BI Bali Ungkap Dampak Antrean BBM terhadap Ekonomi, Inflasi Diprediksi Tetap Terkendali

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com

Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali memperkirakan dampak keterbatasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) terhadap pertumbuhan ekonomi dan inflasi Bali masih relatif terbatas. Namun, jika gangguan pasokan berlangsung lebih lama, aktivitas transportasi, pariwisata, dan distribusi logistik berpotensi menghadapi tekanan lebih besar.

Berdasarkan simulasi Bank Indonesia, keterbatasan BBM selama tiga hingga lima hari diperkirakan berdampak sekitar 0,014 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Bali. Apabila kondisi tersebut berlangsung hingga tujuh hari, dampaknya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 0,019 persen.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan pasokan dan distribusi BBM bersama pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Pertamina, serta pelaku usaha.

Dalam keterangan tertulis di Denpasar, Selasa (13/10/2026), BI menegaskan bahwa percepatan pemulihan pasokan dan distribusi menjadi faktor penting untuk mengurangi antrean di SPBU sekaligus menjaga kelangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Sinergi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat untuk menjaga kelancaran distribusi BBM, keberlangsungan aktivitas ekonomi, serta stabilitas harga barang dan jasa di Bali,” demikian disampaikan BI Provinsi Bali.

Antrean BBM Mulai Ganggu Operasional Pariwisata

Keterbatasan pasokan BBM dalam beberapa hari terakhir mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha, terutama pada sektor transportasi dan pariwisata Bali.

Baca Juga:  Gubernur Koster Siapkan 15 Perda: Lindungi Lahan Produktif dan Jaga Hak Masyarakat atas Pantai

Hasil pemantauan dan komunikasi BI dengan pelaku usaha menunjukkan adanya keterlambatan layanan transportasi wisatawan, penjemputan dan pengantaran tamu hotel, hingga pengiriman berbagai kebutuhan operasional usaha.

Distribusi bahan makanan, minuman, serta layanan laundry untuk mendukung operasional hotel juga dilaporkan mengalami keterlambatan.

Meski demikian, BI menyatakan aktivitas usaha secara umum masih berjalan. Hingga saat ini, belum ditemukan indikasi gangguan signifikan terhadap keseluruhan kegiatan ekonomi Bali.

BI menilai dampak ekonomi masih dapat ditekan apabila proses normalisasi pasokan dan distribusi BBM berjalan sesuai harapan.

Kondisi ini menjadi perhatian penting mengingat kelancaran transportasi dan distribusi barang merupakan bagian vital dalam menopang industri pariwisata Bali, yang melibatkan hotel, restoran, jasa transportasi, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BI Hitung Dampak BBM terhadap Inflasi Bali

Selain pertumbuhan ekonomi, keterbatasan BBM juga berpotensi meningkatkan biaya distribusi dan logistik. Kenaikan biaya tersebut dapat merambat pada harga barang dan jasa apabila gangguan pasokan berlangsung berkepanjangan.

Namun, berdasarkan pemantauan BI di sejumlah pasar tradisional dan komunikasi dengan pelaku usaha, pasokan kebutuhan masyarakat masih relatif terjaga. Harga komoditas pangan secara umum juga dilaporkan masih stabil.

Baca Juga:  Jukung Rusak Parah, Nelayan Ini Ditemukan Selamat

Sampai dengan penyampaian keterangan tersebut, BI belum menemukan indikasi tekanan harga yang meluas akibat keterbatasan BBM.

Dari hasil simulasi, keterbatasan BBM selama tiga hingga lima hari diperkirakan memberikan dampak sekitar 0,010 persen terhadap inflasi Bali. Jika berlangsung hingga tujuh hari, dampaknya diproyeksikan mencapai sekitar 0,018 persen.

Angka tersebut merupakan hasil simulasi BI, bukan realisasi inflasi yang telah tercatat. Besarnya dampak aktual tetap bergantung pada durasi gangguan, kecepatan pemulihan pasokan, serta kelancaran distribusi barang dan jasa.

BI memperkirakan tekanan inflasi tetap terkendali seiring langkah percepatan pemulihan pasokan BBM yang sedang dilakukan.

TPID dan Pertamina Diminta Perkuat Distribusi BBM

Untuk mencegah gangguan meluas, BI menekankan pentingnya penguatan koordinasi TPID dengan Pertamina, terutama dalam menjaga kecukupan pasokan dan kelancaran distribusi BBM bersubsidi.

Selain memastikan distribusi berjalan optimal, komunikasi publik juga perlu diperkuat melalui penyampaian informasi secara berkala dan transparan.

Langkah tersebut dinilai penting agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai perkembangan pasokan BBM, sekaligus mencegah pembelian berlebihan atau panic buying yang berpotensi memperparah antrean di SPBU.

BI juga mengapresiasi langkah percepatan pemulihan pasokan dan distribusi BBM yang dilakukan Pertamina bersama pemerintah daerah.

Baca Juga:  Komisi III Pastikan Tidak Ada Anggaran Mengendap di Bank

Dukungan pasokan tambahan yang telah tiba, menurut BI, diharapkan membantu mempercepat normalisasi distribusi sehingga kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha dapat terpenuhi secara bertahap.

BI Dorong Kendaraan Listrik untuk Efisiensi Energi

Di luar penanganan jangka pendek, BI turut menyoroti pentingnya upaya jangka menengah dan panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

Salah satu langkah yang perlu terus diperkuat adalah mendorong penggunaan kendaraan listrik sebagai bagian dari peningkatan efisiensi energi sekaligus mendukung kelestarian lingkungan Bali.

BI Provinsi Bali bersama TPID akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pasokan BBM, harga pangan, serta kelancaran distribusi barang dan jasa.

Melalui koordinasi lintas sektor, percepatan distribusi, dan penguatan komunikasi publik, BI berharap dampak keterbatasan BBM terhadap perekonomian dan inflasi Bali tetap terkendali.

Bagi Bali yang memiliki ketergantungan tinggi pada kelancaran mobilitas wisatawan dan distribusi kebutuhan usaha, pemulihan pasokan BBM menjadi kunci untuk menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan mempertahankan stabilitas harga. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR