WNA Ngamuk Usai Diusir dari Mexicola, Security Dihajar

Iklan Home Page

Mangupura,Baliwakenews.com – Keributan pecah di tengah hiruk-pikuk malam Motel Mexicola Seminyak, Jalan Kayu Jati No. 9X, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung. Sejumlah warga negara asing (WNA) terlibat perkelahian pada Kamis (1/10) malam. Seorang WNA bahkan kembali menyerbu area motel setelah dikeluarkan petugas keamanan dan memukul security yang berusaha menghalanginya.

Peristiwa berlangsung sekitar pukul 23.12 hingga 23.35. Keributan itu kemudian terekam CCTV dan videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, seorang WNA tanpa baju terlihat bergerak agresif menuju area bar, sementara sejumlah orang berusaha menarik dan menghentikannya.

PS Kasi Humas Polres Badung Ipda Ni Nyoman Yuni Eltari mengatakan, polisi mengetahui kejadian tersebut setelah video perkelahian beredar di media sosial. Petugas kemudian mendatangi lokasi dan mencocokkan rekaman yang beredar dengan CCTV milik Motel Mexicola.

“Video yang beredar tersebut setelah dilakukan pengecekan oleh petugas Polsek Kuta Utara memang terjadi di Motel Mexicola Seminyak,” ujar Yuni, Senin (5/10).

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan, keributan bermula di dalam area bar. Beberapa WNA asal Australia terlibat aksi saling pukul. Security yang mengetahui kejadian itu kemudian masuk untuk melerai dan mengeluarkan mereka dari area motel.

Baca Juga:  Sidang Paripurna DPRD Badung Masa Persidangan Ketiga

“Awalnya terjadi perkelahian antara beberapa orang WNA Australia di dalam area bar. Kemudian pihak security melakukan tindakan sesuai SOP dengan melerai dan mengeluarkan mereka dari lokasi,” kata Yuni.

Namun, keributan tidak langsung berakhir setelah mereka berada di luar. Salah seorang WNA yang sebelumnya mengenakan kemeja putih justru melepas bajunya. Dia kembali mendekati area motel dan berusaha masuk ke dalam.

Security kembali menghadang. Upaya tersebut kemudian diwarnai pemukulan terhadap petugas keamanan.

“WNA tersebut beberapa kali berusaha masuk kembali ke dalam lokasi. Saat dicegah oleh security, terjadi pemukulan terhadap petugas keamanan,” jelas Yuni.

Aksi tersebut berlanjut. WNA itu bahkan berusaha masuk dengan cara melompati tembok motel. Seorang security mengenakan kemeja putih berusaha menghadang. WNA tersebut kembali melakukan pemukulan sebelum sejumlah rekannya menariknya menjauh.

Baca Juga:  Lakukan KDRT, Bule Australia Dipenjara dan Dideportasi

“Karena security berusaha mencegah yang bersangkutan masuk kembali, terjadi tindakan kekerasan. Rekan-rekan WNA lainnya kemudian menarik yang bersangkutan menjauh dari lokasi,” ungkap Yuni.

CCTV yang diperiksa polisi merekam pergerakan WNA tersebut. Tanpa mengenakan baju, dia terlihat berlari menuju pintu masuk area yang diduga merupakan bar. Seorang laki-laki berpakaian kemeja dan celana putih menjadi sasaran serangannya.

Tiga orang lainnya berpakaian hitam terlihat berusaha menarik dan melerai. Di tengah kerumunan itu, seorang laki-laki lain dengan kemeja dan celana putih terlihat ikut memukul WNA tanpa baju tersebut.

Setelah situasi kembali terkendali, WNA yang melakukan penyerangan dibawa pergi oleh teman-temannya ke arah barat.

“Setelah kejadian itu, WNA yang melakukan penyerangan akhirnya dibawa pergi oleh teman-temannya ke arah barat,” ujar Yuni.

Berdasarkan keterangan manajemen motel yang dikumpulkan polisi, aksi tersebut diduga berkaitan dengan ketidakpuasan WNA bersangkutan setelah dikeluarkan security. Dia disebut merasa lawannya mendapat perlakuan berbeda dan kemudian kembali mendatangi lokasi untuk mencari orang tersebut.

Baca Juga:  PPN PMSE Hingga November Berhasil Pungut Rp16,24 Triliun

“Informasi yang kami terima, yang bersangkutan merasa tidak terima karena dikeluarkan oleh pihak keamanan, sementara lawannya dianggap mendapat perlindungan dari pihak motel. Karena itu dia beberapa kali kembali dan berusaha masuk,” katanya.

Meski dalam peristiwa tersebut terdapat dugaan kekerasan terhadap security, sampai Senin (5/10) belum ada laporan resmi dari manajemen Motel Mexicola Seminyak maupun pihak yang merasa menjadi korban.

“Untuk saat ini belum ada laporan dari pihak yang merasa menjadi korban ataupun dirugikan dalam kejadian tersebut,” kata Yuni.

Polisi telah mendatangi lokasi, mengumpulkan bahan keterangan dan memeriksa rekaman CCTV. Pihak motel yang merasa menjadi korban juga telah disarankan membuat laporan resmi agar dugaan kekerasan tersebut dapat diproses sesuai prosedur.

“Kami sudah mendatangi TKP dan melihat rekaman CCTV. Pihak yang merasa menjadi korban juga sudah kami sarankan untuk membuat laporan,” tandasnya. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR