Badung, baliwakenews.com
Penerapan Protokol Kesehatan dalam Tatanan Kehidupan Bali era baru yang diterapkan secara baik dan konsisten oleh pengelola Pantai Pandawa mengundang kepercayaan dari berbagai pihak. Hal ini dibuktikan dengan dipercayanya Pantai Pandawa sebagai lokasi tempat pelaksanaan “,We love Bali Travel Gathering” Jumat (4/9) malam. Acara yang dihadiri 153 pemilik biro perjalanan dari hampir seluruh daerah di Indonesia diawali dengan menonton tari kecak sebelum dilanjutkan dengan jamuan makan malam dan pemaparan perkembangan Pantai Pandawa. Acara yang diprakarsai Bali Dwipa Tourism Industry (BDTI) tersebut diisi peluncuran tag line “We Love Bali” oleh Kadisparda Bali, Putu Astawa mewakili Gubernur Bali dengan pelepasan kembang api ke udara. Hadir pula dalam event yang berlangsung semarak ini, perwakilan Kadisbud Bali, Plt. Kadisparda Badung, Cok Raka Dharmawan beserta Sekretaris dan beberapa asosiasi di bidang pariwisata seperti HPI, PHRI, Asita, BHA, Forkom Desa Wisata Bali, serta undangan lainnya.
Bendesa Adat Kutuh, Nyoman Mesir didampingi Plt. Perbekel Kutuh, Wayan Badra dalam sambutanya menyampaikan terimaksih atas kehadiran para pemilik biro perjalanan dari seluruh Indonesia tersebut. Dia berharap dengan tag line “We Love” Bali atau mencintai bali, peserta gathering juga mencintai Pantai Pandawa dan senantiasa ingat akan objek wisata ini. Pihaknya juga menyampaikan terimakasih kepada BDTI atas kepercayaanya melaksanakan kegiatan “We Love Bali Travel Ghatering” di Pantai Pandawa yang dihadiri 153 owner travel agen se Indonesia.
“Mudah-mudahan kehadiran para pemilik travel agen ini akan membuat Bali tidak terpuruk lagi dan bisa bangkit kembali,” harapnya. Dia juga berharap Propinsi Bali juga menggelar jamuan event seperti ini. “Kita hormati beliau yang datang khusus dari luar Bali ini. Dengan pakaian adat masing-masing beliau-beliau ini begitu semangat, meski wabah covid tidak menghalangi niat beliau untuk datang ke Bali, saya sangat terharu,” papar Mantan Anggota DPRD Badung tersebut. Bahkan dia mendengar ada peserta dari surabaya karena tidak ada pesawat nekat datang lewat jalur darat. “Ini sangat luar biasa, mudah mudahan semangat bapak ibu ini tidak luntur dan nantinya bisa terus memperkenalkan Bali. Dan semoga senantiasa diberikan rejeki dan kesehatan,” harapnya sembari mengaku siap menerima segala masukan untuk pengembangan Pantai Pandawa ke depan dan meminta maaf kalau ada kekurangan dalam jamuan tersebut.
“Kami siap menerima masukan dan senantiasa menyambut positif diajak bekerjasama,” imbuhnya.
Pihaknya juga terus berbenah dalam mengembangkan pantai Pandawa di sisi kanan dan kiri yang masih sangat potensial untuk ditata. Demikian juga dalam penerapan protokol kesehatan sudah dilaksanakan dengan baik. Bahkan Pantai Pandawa kini sudah dilengkapi dengan klinik kesehatan. Sebagai informasi dia memaparkan kunjungan ke Pantai Pandawa untuk Bulan Juli sebanyak 19.900 wisatawan. Sedangkan Bulan Agustus rata rata kunjungan 1000 per hari atau sekitar 33 ribu selama Agustus. “Mudah-mudahan kehadiran para bapak Ibu owner travel ini nantinya akan membuat kunjungan di bulan september bisa menjadi lebih meningkat lagi,” pungkasnya sembari mengajak peserta meneriakan yel-yel We Love Pandawa Beach.
Penataan Pengembangan Pantai Pandawa juga dijabarkan secara detail oleh Ketua Panitia New Normal Pantai Pandawa, Wayan Duarta. Selain menyiapkan protokol kesehatan tatanan kehidupan era Bali baru secara lengkap dan konsisten sesuai arahan pemerintah, pihaknya juga terus merancang pengembangan pembangunan terhadap Pantai Pandawa. Karena potensi yang dimiliki Pantai ini masih banyak yang perlu digarap sehingga akan semakin menarik bagi wisatawan. Seperti di sisi timur pantai Pandawa, direncanakan akan dibangun sebuah beach club bertaraf internasional. Dimana potensi alam akan menjadi unggulan sehingga diharapkan akan menjadi yang terbaik di Bali.
“Jadi wisatawan yang masuk ke sana akan disambut dengan pelayanan super prima,” ujarnya sembari menambahkan kalau di kawasan tersebut juga akan dibangun Spa bertaraf internasional. Selain itu juga akan dibangun kawasan tracking, sehingga pengunjung bisa berlama lama di sana. Saat ini di kawasan yang disebut Timbis beach ini juga sudah ada atraksi paraglading atau paralayang. Dimana wisatawan bisa terbang di atas pantai pandawa dengan durasi 30 sampai 40 menit. “Paraglading ini sudah bertaraf internasional dan sudah diakui dan sering dijadikan tempat kegiatan internasional,” ungkapnya. Kawasan timur Pantai Pandawa ini memiliki panorama luar biasa yang masih alami. Dimana ada jalan setapak di atas tebing untuk menikmati panorama laut pasir putih dari atas. Kawasan Gunung payung yang ada di lokasi ini juga akan dibangun sebuah beach club dan juga jadi ajang bermain surfing. Terakhir yang akan dikembangkan adalah Pantai pandawa sisi barat yang lebih menonjolkan taman laut. “Kementrian kelautan melalui kehadiran Pak Mentri Bulan lalu sangat mendukung adanya taman laut dengan luas puluhan hektar ini yang akan kami tanami tanaman karang hias,” ujarnya.
Selain sebagai industri yang bernilai ekonomis, karena hasil budidaya bisa dijual, kawasan ini juga akan dikembangkan sebagai wisata diving atau menyelam serta wisata edukasi. “Kami bangga karena Pantai Pandawa memiliki potensi yang luar biasa yang akan kami kembangkan menjadi kawasan wisata terintegrasi,” tegasnya. Dimana di kawasan barat tersebut juga akan dibangun vila-vila.kecil untuk wisatawan honeymoon. Wisatawan yang datang ke Pantai Pandawa juga nantinya bisa menginap di kawasan Kutuh karena sudah disiapkan akomodasi dari yang termurah hingga termahal. “Mohon dukungan karena kami bangun secara swadaya, dimana konsep dan pengembangannya bahu mebahu bersama warga didukung pemerintah dalam menata kawasa ini menjadi tujuan wisata terintegrasi yang sangat menarik,” harapnya sembari menyampaikam apresiasi kepada BDTI yang walaupun tergolong baru berdiri yakni Bulan Mei 2020 lalu sudah bisa menyelenggarakan gathering yang luar biasa tersebut dengan menghadirkan 153 Biro Perjalanan Se-Indonesia. Dia berharap organisasi lainnya bisa meniru langkah BDTI tersebut.
Kadisparda Bali, Putu Astawa mengaku gembira atas kehadiran para biro perjalanan se Indonesia di pantai Pandawa. Diungkapkannya pandemi covid 19 sangat merusak pariwisata Bali. Di tahun 2019 kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sebanyak 6.300. Sedangkan wisatawan nusantaa 10.500. Namun karena pandemi semua menjadi hilang. Dia menyampaikan terimakasih atas kehadiran para biro perjalanan yang disebutnya sebagai pahlawan devisa dari luar Bali. “Kami mengucapkan terimakasih dan tolong bantu kami agar dengan sharing seperti ini dan selalu bersama, semua bisa maju maka Indinesia akan menjadi maju. Harus bersama sama karena ini problem global,” paparnya.
Karena dengan kebersamaan akan lebih cepat bisa bangkit kembali. Ketua BDTI Fransiskus Adi Rahmawan, mengungkapkan turunnya pariwissta akibat pandemi covid 19 berdampak pada semua sektor. BTDI yang berdiri 14 mei lalu sangat prihatin dan khawatir akan dampak covid ini. Karenanya merasa terpanggil merapatkan barisan bersama para stakeholder pariwisata bersatu dan bergerak bersama. Sebab membaiknya pariwisata akan membantu ekonomi juga akan bergerak. Karenanya pihaknya mengajak semua pelaku pariwisata baik itu travel agen, restoran, industri guide, media, seniman dan lainya saling merangkul menjadikan Bali yang ajeg dan menggeliatkan kembali pariwisata Bali.
Dengan tag line we love bali menandakaan Bali siap menyambut wisata lokal nusantara yang ditetapkan pemrintah. Dalam acara yang dilaksanakan dari tanggal 4-6 September di Bali ini kata dia, akan menjadi modal untuk memulihkan pariwisata Bali. Melalui branding we love bali dia mengajak semua secara bersama mensosialisaiskan lewat cara masing masing dengan kebersamaan agar pariwisata Bali bisa bangkit kembali. Karena Bali merupakan kiblat semua pariwisata di Indonesia. BWN-04































