Mangupura, Baliwakenews.com
Kondisi infrastruktur di kawasan pariwisata Kuta Selatan kembali menuai kritik tajam. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung menyoroti kerusakan Jalan Pratama, Kelurahan Benoa, yang dinilai tak lagi pantas menyandang status sebagai jalur destinasi wisata internasional.
Ruas vital yang menghubungkan Lapangan Lagon hingga Tanjung Benoa itu kini dipenuhi tambal sulam dan genangan air. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengguna jalan, tetapi juga mencoreng citra pariwisata Bali.
Wakil Ketua DPRD Badung, Made Wijaya, menilai penanganan yang dilakukan pemerintah daerah selama ini masih bersifat darurat dan belum menyentuh perbaikan mendasar.
“Selama ini perbaikannya hanya emergency. Tidak ada pembenahan menyeluruh dari Lapangan Lagon sampai Tanjung Benoa. Akibatnya, jalan penuh tambalan dan genangan,” ujarnya, Kamis (23/4).
Politisi yang akrab disapa Yonda itu menegaskan, kondisi jalan yang compang-camping sangat kontraproduktif dengan status kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan. Jalur ini setiap hari dilalui wisatawan yang menuju hotel dan aktivitas wisata bahari, sehingga kualitas infrastruktur menjadi etalase utama daerah.
Menurutnya, kontribusi sektor pariwisata di sepanjang Jalan Pratama terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung sangat besar. Karena itu, pemerintah dinilai memiliki kewajiban untuk memberikan timbal balik berupa infrastruktur yang layak.
“Pajak dari hotel dan restoran di sana besar. Sudah sewajarnya jalan ini diperbaiki total, bukan sekadar tambal sulam,” tegasnya.
Selain aspek estetika, Wijaya juga menyoroti faktor keselamatan. Tingginya volume kendaraan tidak diimbangi kualitas jalan yang memadai, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta menghambat mobilitas wisatawan.
Dalam fungsi pengawasan, DPRD Badung mendesak Pemerintah Kabupaten Badung segera mengambil langkah konkret. Perbaikan menyeluruh melalui pengaspalan ulang (overlay) diminta masuk prioritas anggaran tahun 2026.
“Jangan tunggu rusak parah baru ditangani. Ini jalur strategis. Harus ada peninjauan lapangan dan aksi nyata tahun ini juga,” katanya.
Ia memastikan DPRD akan terus memantau realisasi perbaikan tersebut. Menurutnya, ambisi menjadikan pariwisata Bali berkualitas tidak akan tercapai jika infrastruktur dasar justru diabaikan.
“Pariwisata berkualitas tidak cukup dengan promosi. Infrastruktur harus mendukung. Jalan Pratama ini sudah masuk kategori tidak layak dan harus segera dibenahi total,” pungkasnya. BWN-05


































