Ultimatum Pertamina Transparan Data BBM Bali, BEM Unud dan Caipayung Ancam Gelar Aksi Besar

Iklan Home Page

Denpasar, Baliwakenews.com â€“ Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di Bali belum juga lepas dari keluhan masyarakat. Di tengah ketidakpastian pasokan, mahasiswa BEM Universitas Udayana (Unud) bersama Cipayung Plus mendatangi Kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Sales Area Retail Bali, di Jalan Raya Puputan, Denpasar Barat, Jumat (16/10/2026). Mereka menuntut keterbukaan data BBM dan kepastian kapan distribusi kembali normal.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa diterima oleh officer Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Sales Area Retail Bali. Namun, bagi massa aksi, penjelasan mengenai langkah operasional belum cukup menjawab persoalan mendasar: berapa stok BBM yang tersedia, bagaimana distribusinya ke SPBU, dan kapan masyarakat bisa kembali mengisi bahan bakar tanpa menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean.

Ketua BEM Unud, I Gusti Ngurah Agung Oka Paramahamsa, menegaskan aksi tersebut bukan untuk menyalahkan petugas yang bekerja di lapangan. Ia justru meminta pemerintah dan pimpinan Pertamina yang memiliki kewenangan mengambil keputusan agar bertanggung jawab memberikan penjelasan secara menyeluruh.

“Kami tidak menyalahkan Bapak sebagai officer, tetapi kami menyalahkan pimpinan-pimpinan pemerintah yang berwenang dalam menyelesaikan kondisi seperti ini,” tegasnya dalam orasi.

Menurut Oka, masyarakat membutuhkan informasi yang transparan, bukan sekadar penjelasan mengenai kendala distribusi. Ketika warga harus mengantre berjam-jam, kejelasan mengenai kondisi stok dan target pemulihan pasokan menjadi hal mendesak.

Dampak persoalan BBM, lanjutnya, juga tidak sebatas menghambat mobilitas masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi, pariwisata, hingga pelayanan darurat yang membutuhkan ketersediaan bahan bakar, seperti ambulans dan kendaraan pemadam kebakaran.

“Kami prihatin kepada masyarakat yang menunggu selama berjam-jam. Kami juga prihatin kepada pegawai SPBU yang harus bekerja ekstra untuk membantu penyaluran bahan bakar,” ujarnya.

Baca Juga:  Langgar Prokes Dua Kafe di Jalan Tukad Badung Ditertibkan

Tujuh Tuntutan, dari Transparansi Stok hingga Pengawasan Penjualan Ulang

Dalam aksi tersebut, BEM Unud dan Cipayung Plus menyampaikan tujuh tuntutan kepada Pertamina dan pemangku kebijakan terkait.

Pertama, membuka data ketersediaan dan distribusi BBM di Bali, mulai dari jumlah pasokan yang masuk, stok yang tersedia, hingga perkembangan penyaluran ke setiap SPBU.

Kedua, menyelesaikan persoalan pasokan secara konkret dan terukur, disertai kepastian waktu pemulihan agar masyarakat tidak terus terjebak dalam antrean panjang.

Ketiga, membuka informasi mengenai penegakan aturan distribusi BBM serta memperkuat pengawasan untuk mencegah potensi penyimpangan, termasuk dugaan penimbunan dan penyaluran yang menguntungkan pihak tertentu.

Keempat, memprioritaskan pelayanan bagi masyarakat yang membeli BBM untuk kebutuhan kendaraan sendiri, sekaligus mengawasi pembelian menggunakan jeriken atau wadah lain agar tidak disalahgunakan untuk dijual kembali.

Kelima, mempercepat distribusi BBM ke Bali dan membuka informasi mengenai proses penyalurannya.

Keenam, menambah petugas pelayanan di SPBU yang mengalami lonjakan antrean, termasuk mempertimbangkan tenaga cadangan.

Ketujuh, menerapkan strategi yang lebih efektif untuk mengurai antrean kendaraan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat.

Mahasiswa juga mendorong pemerintah daerah dan pihak terkait mengevaluasi pola kerja, termasuk kemungkinan penerapan bekerja dari rumah atau work from home (WFH), apabila dinilai diperlukan untuk mengurangi mobilitas.

Pertamina Paparkan Armada, Mahasiswa Masih Tagih Kepastian

Dalam dialog dengan pihak Pertamina, mahasiswa mempertanyakan langkah penanganan yang telah dilakukan, termasuk penggunaan kendaraan pengangkut berkapasitas kecil untuk membantu distribusi BBM ke sejumlah titik.

Perwakilan Pertamina menjelaskan distribusi menggunakan kendaraan tersebut telah berjalan dan jumlahnya akan ditingkatkan. Namun, pengisian ulang kendaraan setelah BBM habis menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola penyaluran.

Saat ditanya mengenai jumlah kendaraan yang dikerahkan, perwakilan yang hadir mengaku belum menguasai seluruh data secara terperinci dan menyebut informasi tersebut perlu dikonfirmasi kepada tim terkait.

Baca Juga:  PSN Korda Kabupaten Badung Gelar Sarasehan Pemaknaan Banten Galungan dan Kuningan

Terkait armada mobil tangki, Pertamina menyebut terdapat 63 unit armada reguler di Depo Manggis, 36 unit di Depo Sanggaran, serta sembilan unit kendaraan bantuan. Meski demikian, data armada tersebut belum menjawab seluruh pertanyaan mahasiswa mengenai jumlah BBM yang tersedia dan perkembangan distribusi ke masing-masing SPBU.

Pertamina juga menyampaikan bahwa operasional depo telah berlangsung selama 24 jam. SPBU yang sebelumnya tidak beroperasi sepanjang hari turut didorong menambah jam pelayanan sesuai arahan, dengan dukungan personel TNI untuk membantu operasional malam.

Dalam dialog itu, perwakilan Pertamina mengingatkan masyarakat agar tidak membeli BBM berulang kali untuk kemudian menjualnya kembali. Praktik tersebut dinilai berpotensi memperpanjang antrean dan menghambat masyarakat yang benar-benar membutuhkan bahan bakar.

Namun, mahasiswa menegaskan bahwa langkah operasional perlu diikuti keterbukaan data dan kepastian waktu pemulihan. Tanpa informasi yang terukur, masyarakat dinilai masih berada dalam ketidakpastian mengenai kapan situasi kembali normal.

Jelang Nataru, Mahasiswa Siapkan Aksi Susulan

Koordinator lapangan aksi Cipayung Plus, Angger Bayu Pamungkas, yang juga Ketua Biro Advokasi dan Jaringan Eksternal PC PMII Kota Denpasar, mengatakan tuntutan utama mereka adalah kejelasan data dan kepastian penyelesaian persoalan BBM.

Menurutnya, penjelasan yang disampaikan sejauh ini belum menjawab pertanyaan mendasar mengenai penyebab tersendatnya distribusi dan kapan masyarakat dapat kembali memperoleh BBM tanpa antrean panjang.

“Kami tidak memerlukan sekadar penjelasan mengenai jeriken. Kami memerlukan kepastian datanya. Kapan distribusi BBM bisa selesai dan kapan masyarakat bisa mendapatkan BBM tanpa antrean panjang?” ujarnya.

Bayu juga mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). Pada periode tersebut, kebutuhan BBM berpotensi meningkat seiring mobilitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke Bali.

Baca Juga:  Pengakuan Samuel, Pasien Sembuh Covid-19 : Jangan Panik dan Berpikir Positif

Ia menilai persoalan yang terjadi pada Oktober ini harus menjadi bahan evaluasi agar kendala serupa tidak kembali membayangi masyarakat pada akhir tahun.

Cipayung Plus, lanjut Bayu, masih membuka ruang dialog dengan pimpinan Pertamina untuk membahas langkah penyelesaian secara konkret. Namun, apabila hingga batas waktu yang diberikan belum ada kepastian, mereka mengancam menggelar aksi susulan dengan jumlah massa lebih besar.

“Kami akan memastikan adanya aksi susulan. Tuntutannya akan lebih konkret. Kami ingin berdialog dan mengetahui bagaimana persoalan ini bisa segera diselesaikan serta tidak terulang pada masa mendatang,” tegasnya.

Aksi tersebut mendapat pengamanan dari puluhan personel Polresta Denpasar yang dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang, S.I.K., M.H.

Leonardo mengatakan kepolisian hadir untuk memastikan mahasiswa dapat menyampaikan aspirasi dan melakukan audiensi dengan pihak Pertamina secara tertib. Menurutnya, pengamanan merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kita melayani saja supaya adik-adik menyampaikan aspirasi, audiensi ke pihak Pertamina,” ujarnya.

Ia menegaskan pengamanan dilakukan sesuai kebutuhan untuk menjaga situasi tetap kondusif. Kepolisian berharap penyampaian aspirasi tersebut dapat membuka ruang komunikasi antara mahasiswa dan Pertamina.

Kini, tuntutan mahasiswa mengarah pada dua hal utama: keterbukaan data dan kepastian pemulihan pasokan. Jika jawaban konkret tak kunjung diberikan, BEM Unud dan Cipayung Plus menyatakan siap kembali turun ke jalan dengan kekuatan massa yang lebih besar. BWN-07

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR