Mangupura, baliwakenews.com
Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), menilai perubahan pola pikir masyarakat menjadi kunci utama dalam menyelesaikan persoalan sampah. Karena itu, pemerintah desa kini memperkuat edukasi pemilahan sampah dari sumber dengan membentuk tim satuan tugas (satgas) khusus di tingkat banjar.
Ketua LPM Ungasan, I Made Nuada Arsana, mengatakan sosialisasi kepada masyarakat sudah mulai digencarkan dalam beberapa waktu terakhir. Langkah tersebut akan diperkuat dengan pembentukan satgas yang bertugas mengawal penerapan pemilahan sampah langsung dari rumah tangga.
“Sosialisasi sudah mulai kami laksanakan ke masyarakat. Desa juga akan membentuk tim satgas untuk pemilahan sampah dari sumber,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, persoalan terbesar dalam pengelolaan sampah bukan hanya pada sarana dan prasarana, tetapi pada kebiasaan warga yang selama ini belum terbiasa memilah sampah sejak awal. Karena itu, pendekatan yang dilakukan lebih menekankan edukasi berkelanjutan dan pendampingan langsung. “Mengubah kebiasaan memang tidak bisa instan. Perlu proses dan kesabaran agar masyarakat terbiasa memilah sampah dari rumah,” jelasnya.
Satgas yang dibentuk nantinya akan berjumlah sekitar 10 hingga 14 orang, dengan perwakilan dari masing-masing banjar. Skema ini diharapkan membuat pengawasan dan penyuluhan lebih efektif karena dilakukan oleh perwakilan wilayah yang memahami karakter masyarakat setempat.
“Estimasinya sekitar 10 sampai 14 orang. Setiap banjar kemungkinan ada satu orang agar sosialisasi dan pengawasan bisa lebih maksimal,” tambahnya.
Selain fokus pada perubahan perilaku, pemerintah desa juga menyiapkan dukungan infrastruktur. Anggaran telah dialokasikan untuk pembangunan tebo modern serta pengadaan komposter guna mendukung pengolahan sampah organik di tingkat desa.
Nuada Arsana menegaskan, pembentukan satgas ditargetkan rampung pada Februari ini. Dengan demikian, mulai bulan berikutnya tim sudah dapat bergerak aktif di lapangan.
Melalui langkah ini, Desa Ungasan berharap pengelolaan sampah tidak lagi bertumpu pada sistem angkut-buang semata, melainkan dimulai dari kesadaran warga untuk memilah dan mengurangi sampah sejak dari sumbernya. BWN-04


































