Singaraja, baliwakenews.com
Tim Pengabdian Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pengolahan Ikan di Kelompok Pembudidayaan Ikan Mina Anakan Jepun di Desa Bebetin, Buleleng, beberapa waktu lalu. Tim yang diketuai Ir. Ni Made Darmadi, M.Si., bersama Anggota Tim Ir. I Ketut Agung Sudewa, M. Si., dan Ir. Luh Suariani, M.Si., memberikan pelatihan dan transfer teknologi guna menigkatkan kesejahteraan Kelompok Pembudidayaan Ikan Mina Anakan Jepun.
Ketua Tim Pengabdian, Ir. Ni Made Darmadi, M.Si., memaparkan latar belakang pelaksanaan pengabdian adalah guna mendukung program pemerintah Indonesia yaitu memanfaatkan peluang dan potensi ekonomi hijau untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja dan pengurangan kemiskinan di Indonesia. “Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi hijau di Indonesia diperlukan pendekatan sistematis dengan langkah-langkah nyata yang akan menghantarkan Indonesia dari situasi saat ini menuju visi ekonomi hijau. Pemberdayaan Masyarakat Desa diatur dalam UU RI Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dimana disebutkan dalam BAB I Pasal 1 Nomor 8 yang isinya Pembangunan Desa adalah upaya peningkatan kualitas hidup dan kehidupan sebesar besarnya kesejahteraan masyarakat desa,” ungkapnya.
Pemberdayaan masyarakat desa adalah upaya pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dengan meningkatkan pengetahuan, sikap, keterampilan, perilaku, kemampuan kesadaran serta memanfaatkan sumberdaya melalui penetapan kebijaan, program, kegiatan dan pendampingan yang sesuai dengan esensi masalah prioritas kebutuhan masyarakat. berkenaan dengan hal tersbeut Tim Pengbdian melihat kondisi mayoritas mata pencarian penduduk Desa Bebetin bergerak dibidang pertanian. Permasalahan yang sering muncul berkaitan dengan mata pencaharian penduduk adalah terbatasnya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan tingkat perkembangan. Hal lain yang perlu diperhatikan dalam pembangunan desa adalah melakukan usaha perluasan kesempatan kerja dengan melakukan penguatan modal dan fasilitasi usaha ekonomi produktif. Tingkat angka kemiskinan Desa Bebetin yang masih tinggi menjadikan Desa Bebetin harus mencari peluang lain yang dapat menunjang peningkatan taraf ekonomi masyarakat.
Kekayaan Sumber Daya Alam yang ada di Desa Bebetin amat sangat mendukung baik dari segi pengembangan ekonomi maupun sosial budaya. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Pembudidayaan Ikan Mina Anakan Jepun yang beranggotakan 14 orang dengan ketua Nyoman Gede Darmawan, telah melakukan kegiatan pengelolaan sumber daya alam sesuai dengan potensi daerah Desa Bebetin.
“Untuk kelompok perikanan memohon untuk pelatihan teknik budidaya ikan Nila terutama di dalam pemberian pakan tambahan yang menggunakan Sumber Daya Alam sekitarnya yang akan difermentasi sebagai pakan ikan dan pengolahannya serta Teknik pemasaran,” ujarnya.
Lebih lanjut diungkapkan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Inovasi Pemberian pakan buatan dan Pengolahan Ikan di Kelompok Pembudidayaan Ikan Mina Anakan Jepun bertujuan memberikan pelatihan kepada anggota kelompok untuk meningkatkan keterampilan dalam pembuatan pakan ikan Frmentasi dengan menggunakan bahan sumber daya alam sekitarnya, mengembangkan berbagai produk olahan ikan untuk memenuhi beragam selera pasar dan meningkatkan nilai tambah, mendorong peningkatan pendapatan anggota kelompok melalui produk yang lebih berkualitas dan beragam, membangun strategi pemasaran yang efektif untuk memperluas akses pasar bagi produk olahan ikan, mengadopsi teknologi baru dalam proses pengolahan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, selain itu juga untuk, meningkatkan kesadaran akan praktik berkelanjutan dalam budidaya dan pengolahan ikan, serta membangun solidaritas dan kolaborasi antar anggota kelompok untuk menciptakan komunitas yang lebih kuat dan mandiri.
Kegiatan akan berlangsung selama 8 bulan setiap tahunnya, dengan melibatkan 2 orang mahasiswa. Mendukung Asta Cita yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
Bidang fokus pengabdian yaitu Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) berfungsi sebagai panduan strategis dalam penelitian dan pengembangan. Dalam konteks pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pengolahan ikan di kelompok pembudidayaan ikan seperti Mina Anakan Jepun, fokus permasalahan bisa mencakup beberapa aspek diantaranya Pembuatan Pakan Ikan Fermentas dari sumber daya alam sekitarnya yang jumlahnya cukup banyak, Mengembangkan metode pengolahan ikan yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan produk ikan, mencari inovasi dalam pemasaran produk olahan ikan, termasuk penggunaan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar dan menciptakan peluang ekonomi baru melalui diversifikasi produk olahan ikan yang sesuai dengan selera pasar.
Dari permasalahan tersebut Tim Pengabdian Unwar memberikan solusi dengan memberikan Teknologi Tepat Guna dalam pengelolaan budidaya, pengolahan pasca panen, dan pemasaran hasil perikanan, memberikan pengetahuan mengenai cara budidaya, penangananan produk, pengemasan dan penyimpanan, pemasaran, kewirausahaan, dan manajemen usaha.
“Kami juga memberikan pengetahuan pembukuan dengan tertata dengan baik serta meningkatkan kreatifitas dan produktifitas serta memberikan bantuan peralatan budidaya, pasca panen dan pemasaran hasil perikanan,” paparnya.
Tim Pengabdian Unwar memberikan penyuluhan dan sosialisasi kegitan terkait dengan permintaan teknologi dari mitra, proses pelaksanaannya dan pembuatan Abon Ikan Lele (Solusi dari Mitra untuk menanggulangi ikan lele yang kelebihan berat).
“Produk ini diminati karena Ikan lele yang belum laku/lama laku, menyulitkan bagi pembudidaya ikan karena ikan lele tersebut memerlukan pakan lagi selama ikan tersebut belum laku, lele yang berukuran besar kurang diminati oleh masyarakat dari segi rasa, selama ini pembudidaya kesulitan dalam membuat olahan untuk ikan lele yang berukuran besar,” ujarnya.
Tim Pengabdian Unwar juga menyampaikan terimakasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia atas pendanaan yang diberikan.
Pada kesempatan tersebut Tim Pengabdian Unwar memberikan sumbangan alat untuk produk yaitu spiner, vacum sealer, kompor dengan regulatornya, panci, wajan, sutil, waskom, pisau, talenan dan berbagai jenis pengemas. BWN-03


































