Mangupura, baliwakenews.com
Meningkatkan penjualan dan memperbaiki laporan keuangan para pelaku UMKM, Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) memberikan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan Sederhana Dan Pemasaran Online Usaha Kerajinan Kulit Di Bali.
Tim PKM Unwar yang beranggotakan I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi, S.E., M.Si, Putu Yudha Asteria Putri, S.E., M.Si dan Putu Gede Wahyu Satya Nugraha, ST, MT., menyasar BLW Collection yang terletak di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, milik Ida Ayu Nyoman Suastini, sebagai mitra.
I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi, S.E., M.Si., memberikan pendampingan dalam pembuatan pembukuan laba rugi. Putu Yudha Asteria Putri, S.E., M.Si., memberikan pendampingan dalam menghitung biaya produksi dan Putu Gede Wahyu Satya Nugraha, ST, MT., memberikan pendampingan pembuatan katalog produk dan memberikan rekomendasi desain interior toko yang lebih menarik.
Kegiatan PKM juga melibatkan 4 orang mahasiswa aktif dari Universitas Warmadewa yaitu I Made Deo Mahesa Yoga, Kadek Manik Alingga Purwa Ambara, Ida Ayu Sri Ratih Sukmasih dan Ni Komang Adelia Putri.
“Pengabdian masyarakat di Kerajinan Kulit BLW Collection ini bertujuan untuk mengatasi permasalah yang dihadapi mitra berkaitan dengan pengembangan usahanya, ” ucap I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi.
Melihat persoalan yang dihadapi mitra, solusi yang dapat ditawarkan untuk mengatasi permasalahan mitra tersebut antara lain pelatihan pembuatan buku laporan keuangan sederhana.
“Laporan keuangan yang disajikan dengan baik yaitu laporan yang dapat dipahami, relevan, handal, dan dapat dibandingkan, akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan bagi pihak ekstern maupun intern perusahaan. Keputusan yang diambil dapat berpengaruh kepada kinerja dan citra perusahaan kedepannya, ” terang Putu Yudha Asteria Putri, S.E., M.Si.
Laporan keuangan dapat memberikan dampak positif dalam perkembangan UMKM. Melalui Laporan Keuangan, para pemilik UMKM dapat memperoleh data dan informasi yang sistematis atas usahanya sehingga membantu dalam hal pengambilan keputusan.
Dalam laporan keuangan, masalah – masalah yang terjadi dalam suatu usaha dapat diidentifikasi dengan jelas sehingga sangat membantu untuk melakukan pengendalian-pengendalian terhadap masalah – masalah yang timbul. Namun banyak UMKM di Indonesia yang belum menggunakan atau menerapkan tata kelola keuangan yang baik dan benar sesuai untuk usahanya dengan berbagai alasan.
“Biasanya para pemilik UMKM tidak memiliki pengetahuan Akuntansi, juga disebabkan karena para pemilik UMKM tidak terbiasa untuk menggunakan Akuntasi dalam pengelolaan keuangannya, ” ucapnya.
Pelaksanaan program ini dilakukan melalui pendekatan individual. Pendekatan individual ini diawali dengan menggali pemahaman mitra berkaitan dengan pembukuan. Setelah menggali pemahaman mitra mengenai pembukuan, kemudian dilanjutkan dengan memberikan materi dan pemahaman seperti apa bentuk dari buku keuangan sederhana serta apa saja isi dari buku keuangan sederhana.
Kemudian, mitra diajak mencari tahu hal apa saja yang dibutuhkan jika ingin mengetahui berapa laba bersih yang dihasilkan dan berapa besar riilnya biaya yang dihabiskan serta membuat buku laporan keuangan sederhana. Setelah memberikan pemahaman, mitra kemudian diberikan sebuah buku kosong untuk diajak menyusun buku laporan keuangan sederhana yaitu laporan laba rugi.
Pendekatan ini menekankan para mitra untuk dapat membuat sebuah buku laporan keuangam sederhana. Mitra di dampingi oleh tim pengusul (ketua pengusul) untuk menyusun buku laporan keuangan sederhana. Mitra akan dibimbing dan didampingi untuk mencatat setiap hal yang berkaitan dengan pengeluaran biaya dan pemasukan dalam proses produksi dan pemasaran kerajinan kulit termasuk besarnya upah yang harus dibayarkan kepada tenaga kerjanya.
Mitra diharapkan nantinya dapat membuat laporan keuangan sederhana, dapat mengetahui berapa besarnya biaya yang dihabiskan dalam proses pembuatan kerajinan kulit, dapat menentukan harga jual dan besarnya upah yang harus dibayarkan kepada tenaga kerjanya. Dengan pemahaman yang diberikan diharapkan nantinya kelangsungan usaha mitra dapat berjalan lancar dan berkembang.
Selain itu juga dilaksanakan pelatihan Akuntansi Manajemen, merupakan tools of management, yaitu suatu alat yang ampuh bagi manajemen dalam melaksanaan tugasnya. Akuntansi manajemen adalah proses pengukuran, pencatatan, pengklasifikasian, peringkasan dan pelaporan serta penyajian data biaya yang diperlukan oleh pihak intern perusahaan yaitu pihak manajemen untuk pengambilan keputusan.
Selain mengetahui tentang buku laporan keuangan sederhana yang merupakan salah satu bagian dari akuntansi keuangan, mitra juga akan diberikan pemahaman tentang akuntansi manajemen, dimana akuntansi manajemen akan memberikan dasar pembuatan keputusan bisnis sehingga mitra bisa lebih siap untuk mengelola dan melakukan fungsi pengontrolan dalam menjalankan aktifitas bisnisnya.
Mitra pada nantinya diharapkan dapat mengetahui rincian biaya produksi, harga pokok, biaya overhead yang dapat dibayarkan untuk menunjang kegiatan operasional dalam aktifitas bisnisnya. “Dengan adanya pemahaman tentang akuntansi manajemen, mitra dapat merencanakan, mengevaluasi, dan mengendalikan kegiatan operasionalnya, serta untuk mengukur akuntabilitas penggunaan sumber daya yang digunakan. Mitra di dampingi oleh tim pengusul (anggota pengusul) dalam membuat pembukuan harga pokok produksi,” papar Gusti Ayu Ratih.
.Kemudian Tim PKM Unwar juga memberikan pelatihan pembuatan katalog produk dalam membuat sistem pemasaran produk secara online dan pengoperasiannya serta memberikan rekomendasi desain interior toko agar lebih menarik pemasaran dan produksi merupakan fungsi pokok bagi perusahaan. Semua perusahaan berusaha memproduksi dan memasarkan produk atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Putu Gede Wahyu Satya Nugraha, ST, MT., memaparkan elemen-elemen dalam prinsip pemasaran yang berorientasi kepada konsumen harus dapat menentukan keinginan dan kebutuhan konsumen, memilih sasaran kelompok tertentu sebagai sasaran penjualan, menentukan program pemasaran yang baik, mengadakan penelitian pada konsumen tentang karakter dan sikapnya, menentukan dan melaksanakan strategi pemasaran.
“Kami membantu mitra dalam memasarkan hasil produksinya, dimana selama ini mitra hanya mengandalkan pelanggan tetapnya saja dalam memasarkan hasil produksinya. Karena mitra tidak paham tentang teknologi informasi serta tidak tahu bagaimana cara memanfaatkan teknologi informasi tersebut, ” ungkap Satya Nugraha.
Oleh karena itu tim akan memberikan pelatihan tentang strategi pemasaran, membantu dalam membuatkan akun sosial media seperti facebook dan instagram serta melakukan pendampingan dalam penggunaannya. Diharapkan nantinya dengan penggunaan sosial media tersebut mitra dapat memperluas pemasaran produknya.
Selain itu, mitra juga belum memiliki katalog produk. Katalog produk berisi lengkap mengenai produk kerajinan kulit yang dimiliki BLW Collection. Pembuatan katalog produk dilakukan oleh Tim PKM Unwar.
“Dengan katalog produk kami harapkan produk-produk yang dimiliki BLW Collection lebih jelas dan lebih mudah untuk dipasarkan, baik secara langsung maupun secara online, ” pungkasnya. BWN-03


































