Tiga Hari Pencarian, Korban Terseret Arus Pantai Berawa Ditemukan Meninggal

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Matahari baru saja menanjak di langit Berawa ketika kabar duka itu datang. Ombak masih berdebur seperti biasa, tetapi suasana pantai mendadak hening. Setelah tiga hari penuh harapan dan doa, tubuh Sebastian Jeri Ate (23) akhirnya ditemukan mengapung di laut, sekitar satu mil ke arah barat dari lokasi awal ia terseret arus.

Sejak Senin (18/8), upaya pencarian dilakukan tanpa henti. Jetski berputar di gulungan ombak, rubber boat menembus gelombang, sementara tim darat menyusuri pasir pantai dari pagi hingga senja. Malam hari, keluarga korban masih setia menunggu, berharap Sebastian bisa ditemukan dalam keadaan selamat.

Baca Juga:  Komisi III DPRD Badung Rapat Kerja dengan Bapenda, Bahas Evaluasi LKPJ Bupati 2024

Harapan itu pupus pada Rabu (20/8) pagi. Sekitar pukul 07.15 Wita, tim Balawista yang sedang patroli laut melihat sesosok tubuh terapung. Mereka segera mendekat, memastikan, lalu memberi tanda. Evakuasi berlangsung cepat. Tubuh Sebastian diangkat ke daratan, sebelum akhirnya dibawa ke RSUP Prof. Ngoerah menggunakan ambulans Balawista Badung.

“Korban ditemukan di sebelah barat lokasi kejadian. Tim segera mengevakuasi ke darat begitu mendapat laporan,” ungkap I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Lepas Atlet Denpasar Menuju PON Aceh-Sumatra Utara Tahun 2024, Siapkan Bonus Tambahan untuk Peraih Medali

Operasi pencarian melibatkan banyak pihak, seperti Kantor SAR Denpasar, Samapta Polda Bali, Polair Polres Badung, Bhabinkamtibmas Desa Tibu Beneng, Balawista, hingga masyarakat setempat. Di antara mereka, keluarga Sebastian tidak pernah beranjak jauh, menatap laut yang tak henti menghempaskan gelombangnya, seolah menunggu tanda-tanda keberadaan korban.

Pantai Berawa di Canggu dikenal sebagai destinasi favorit peselancar dan wisatawan. Namun, di balik keindahan gulungan ombaknya, laut menyimpan bahaya yang tak bisa diremehkan. Arus bawah kerap kuat dan tak terduga, menyeret siapa saja yang lengah.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Bahas Program dan Kinerja Perangkat Daerah Dalam LKPJ Bupati Badun 2021

Tragedi yang menimpa Sebastian menjadi pengingat pahit bahwa laut tidak selalu bersahabat. Balawista dan pihak berwenang terus mengimbau agar wisatawan maupun warga setempat selalu berhati-hati, memperhatikan rambu peringatan, dan tidak berenang di area berarus kuat. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR