Mangupura, baliwakenews.com
Pemerintah Kabupaten Badung di wakili Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa dan didampingi Plt. BKAD Kabupaten Badung, Luh Suryaniti menyerahkan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA)serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan APBD 2021 ke lembaga DPRD Badung. Dokumen tersebut diterima oleh Ketua DPRD Badung, Putu Parwata, Jumat 13 Agustus 2021.
Putu Parwata mengatakan,pihaknya akan kembali melakukan pembahasan terkait KUA PPAS perubahan APBD 2021 dan nanti dilakukan sidang lagi. “Kita tidak apa-apa melakukan perubahan ini yang penting pemerintahan Kabupaten Badung bisa berjalan . Substansi KUA PPAS ini mana yang akan dirubah nantinya kita belum tahu, kita pelajari dulu. Hari ini agendanya pemerintah sudah memberikan dokumen ke kita untuk kita bahas bersama dengan pembagian perkomisi-komisi yang ada di DPRD Badung untuk membedah KUA PPAS Perubahan 2021 ini. Semoga perubahan APBD 2021 ini on track sesuai dengan harapan kita bersama-sama,”ujarnya.
Sementara Sekda Badung, Wayan Adi Arnawa mengatakan, sesuai amanat kunstitusi pihaknya menyerahkan dokumen yakni pertama menyangkut KUA PPAS perubahan APBD 2021, Kedua Rancangan APBD Perubahan 2021. “Secara substansi dari KUA- PPAS dan Perubahan APBD 2021 ini sama. Untuk pendapatan kita memasang 2,9 triliun yang terdiri dari PAD 1,9 triliun, jadi ada pengurangan yang sebelumnya 3,8 triliun dan pendapatn transfer 800 miliar lebih. Dan belanja ada perubahan juga, sesuai apa yang disampaikan oleh bupati kemarin yakni dana pariwisata yang tersisa harus kita setor kepusat. Itu merupakan silpa , karean dana hibah pariwisata yang diberikan tahun 2020 lalu ternyata realisasinya tidak maksimal karena kterbatasan waktu dan harus ada dana yang harus kita kembalikan,”ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan riil nya Perubahan APBD 2021 sebesar Rp 2,9 triliun. Dibandingkan dengan APBD induk 2021 ini yang berubah adalah pendapatan dan belanja. “Kita melihat 2021, pendapatan kita pasang 3,8 triliun , setelah kita lakukan evaluasi dengan melihat kondisi pandemi covid-19 ini terjadi penurunan. Untuk itu pendapatan kita turunkan dan secara otomatis akan berimpikasi pada belanja,”paparnya.
Untuk belanja saat ini, pihaknya tetap memprioritaskan belanja yang manatory serta untuk penaganan covid-19. “Sesuai dengan arahan pak mendagri, pak menko marvest agara dibali fokus melakukan penaganan covid-19 . Medagri dan menkue sedang merancang regulasi terkait dimungkinkan melakukan revocusing anggaran setalah adanya penetapan Perubahan APBD 2021 nanti,”paparnya. BWN-05
































