Jakarta, baliwakenews.com
Anggota Komisi III DPR RI, I Wayan Sudirta menyatakan Kapolri Listyo Sigit telah membawa angin segar dalam memimpin Polri. Pernyataan itu disampaikan Sudirta melihat hasil survey Indikator Politik Indonesia yang menyatakan bahwa, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menyentuh angka 80,2 persen.
Hal tersebut lanjut Sudirta, tidak lepas dari kemampuan Sigit menangkap maksud Presiden Joko Widodo untuk menghadirkan kepolisian yang profesional dan melayani masyarakat. “Kapolri sudah menangkap maksud baik Presiden dan berusaha keras mewujudkannya,” ucap Sudirta.
Semua bisa terjadi menurut Sudirta karena kedekatan yang baik dan sudah terjalin lama antara Kapolri dan Presiden Jokowi. Selain itu, selama ini Kapolri memang dikenal memiliki reputasi yang bagus. Itu sudah tergambar ketika Jenderal Sigit menjabat Kapolda Banten. Politisi PDI Perjuangan ini ingat betul, bagaimana kedekatan Sigit dengan para tokoh-tokoh agama dan masyarakat sehingga sukses menjalankan tugasnya.
“Sukses dia jadi Kapolda menjadi modal penting menjabat Kapolri. Seorang yang sukses dari jenjang sebelumnya biasanya tinggal meneruskan,” tutur pria kelahiran Pidpid, Karangasem tersebut. Yang terpenting, lanjut Sudirta, integritas Jenderal Sigit yang memimpin Korps Bhayangkara sejak 27 Januari 2021 menggantikan Jenderal Idham Azis dalam memimpin Polri membuat citra kepolisian naik sampai ke puncak tangga tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini. Integritas yang dimiliki Jenderal Sigit ini yang kemudian membuatnya sangat mudah diterima masyarakat.
“Ngomong sama Presiden mudah, ngomong ke masyarakat juga jadi jauh lebih mudah. Itu karena integritas dia membuat semua pihak lebih percaya. Kalau sudah percaya, jalan menjadi lapang. Ibarat berkendara di jalan tol, integritas dan kepercayaan itu jalan tolnya. Sehingga makin cepat sampai ke target atau tujuan,” jelas mantan pengacara Presiden Jokowi dalam sidang gugatan Pilpres di MK ini.
Untuk diketahui survei terbaru Indikator Politik Indonesia menyatakan, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menyentuh angka 80,2 persen. Angka ini tertinggi sepanjang sejarah survei opini publik dalam satu dekade terakhir.
Berikut grafik survei kepercayaan masyarakat terhadap Polri dari tahun 2014 hingga 2021 berdasarkan data Indikator Politik Indonesia. Tahun 2014 sebesar 57,5 persen, 2015 sebesar 68,6 persen, 2016 sebesar 73,2 persen, 2017 sebesar 76,5 persen, 2018 sebesar 79,8 persen, 2019 sebesar 80 persen, 2020 sebesar 72% dan di tahun 2021 80,2%.
Menurut Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, tingginya tingkat kepercayaan publik kepada kepolisian hingga 80,2 persen mengalahkan lembaga penegak hukum lainnya. Biasanya, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum selalu menempatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di posisi pertama.*BWN-03
































