Mangupura, baliwakenews.com
Upacara penobatan Ida Cokorda Mengwi yang dilaksanakan, Senin (7/7) di Pura Taman Ayun. Tidak saja dihadiri para pejabat pusat, namun juga di ikuti raja-raja dari Nusantara serta ribuan masyarakat Se Kecamatan Mengwi. Acara yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut sudah dipadati masyarakat Desa Mengwi dan Desa Gulingan. Tampak juga hadir dalam kesempatan tersebut, Raja Keraton Jogjakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama istri, Ida Dalem Semaraputra. Selain itu hadir juga sejumlah Ketua dan anggota DPD RI.
Panitia Karya Bhiseka Ida Cokorda Puri Mengwi, I Wayan Sumbawa mengatakan, Anak Agung Gde Agung akan menjalani ritual suci Mebhiseka Ida Cokorda pada Senin, 7 Juli 2025 di Pura Taman Ayun ini melibatkan 11 Sulinggih atau Pendeta. Rangkaian upacara akan didahului dengan pemasangan Destar Kebesaran oleh Ida Bhagawanta yang dikenakan di kepala Anak Agung Gde Agung di Merajan Puri Ageng Mengwi yang dilanjutkan dengan acara inti di Pura Taman Ayun.
Setelah menjalani berbagai rangkaian upacara, pada saat “Mejaya-Jaya”, Ida Bhagawanta akan membisikan Bhiseka Ida Cokorda dan Jero Rsi menganugerahkan dan memberitahu nama panggilan dan nama lengkap atau gelar suci kepada Anak Agung Gde Agung dan istri yang dilanjutkan dengan pemberian tongkat komando dan pemasangan lencana di dada.
“Mulai saat itulah, Anak Agung Gde Agung beserta istri akan berganti nama dan panggilan. Pemilihan Pura Taman Ayun yang berstatus Warisan Budaya Dunia/World Heritage oleh Unesco sejak Jumat, 6 Juli 2012 sebagai lokasi upacara Bhiseka Ratu bukan tanpa sebab,”paparnya.
Selain karena terdapat Pura Paibon Puri Mengwi, kawasan suci Pura Taman Ayun merupakan kahyangan jagat tempat distanakannya Pura-Pura Kahyangan Jagat di Bali berupa meru.
“Upacara Bhiseka Ratu Ida Cokorda ini merupakan peristiwa yang sangat bersejarah bagi Anak Agung Gde Agung beserta keluarga, bagi Puri Mengwi, bagi Kabupaten Badung, dan bagi Provinsi Bali,” tegas mantan Bupati Badung tesebut
Semoga, kata Subawa, Bhiseka Ratu Anak Agung Gde Agung menjadi Cokorda ini akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Badung, khususnya dan Bali pada umumnya.” karena kami yakini kehadiran Beliau di tengah-tengah masyarakat pada saat terjadi musim kering maupun hama dapat memberi anugerah memusnahkan hama dan menghentikan kekeringan yang dilandasi dengan sesajen atau upacara agama yang Ida Cokorda lakukan,”terangnya. BWN-05
































