Buleleng, baliwakenews.com
Seorang nelayan dilaporkan belum kembali dari melaut di Perairan Sumberkima, Desa Mandarsari, Kecamatan Gerogak, Buleleng, Rabu (3/12/2025), Operasi pencarian nelayan yang hilang ini tidak hanya mengandalkan penyisiran tradisional. Tim SAR gabungan menerapkan dukungan teknologi pencarian bawah permukaan untuk mempercepat proses menemukan korban, Muhammad Taiyeb (63), yang hingga kini belum kembali dari melaut.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung merespons laporan keluarga pada Rabu pagi dengan menggerakkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng. “Enam personel kami berangkatkan dan langsung berkoordinasi dengan Polsek Gerogak serta BPBD Buleleng,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.
Cuaca cerah berawan dengan jarak pandang hampir 20 kilometer membuat tim dapat memaksimalkan peralatan yang dibawa. Dua Search and Rescue Unit (SRU) dibentuk satu menelusuri wilayah darat, sementara SRU laut bergerak menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).
Teknologi AquaEye menjadi salah satu perangkat utama dalam operasi ini. Alat tersebut mampu mendeteksi keberadaan manusia di bawah permukaan air melalui pemindaian cepat area perairan. “Peralatan ini sangat membantu memetakan titik-titik yang berpotensi, sehingga penyisiran bisa lebih efektif,” ujar Sidakarya.
SRU laut dengan enam personel memulai sorti pertama pada pukul 08.35 Wita, menyisir area yang diduga menjadi jalur perahu korban. Unsur yang terlibat dalam operasi ini mencakup Pos SAR Buleleng, Polair Polda Bali, dan Pos TNI AL Celukan Bawang.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian masih berlangsung dengan penambahan pola penyisiran sesuai perkembangan kondisi lapangan. BWN-04


































