Mangupura, baliwaknews.com
Sampah kiriman tahun ini meningkat sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu. Untuk mengangkut sampah yang membludak ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kab. Badung menerjunkan 800 personel.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, AA Gde Dalem, Jumat (27/12/2024). “Berdasarkan data hasil pemantauan Dinas LHK Badung, sampah kiriman tahun ini naik sekitar 20 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar AA Gde Dalem.
Dari awal datangnya sampah ini, yakni di akhir bulan November 2024, lanjut dia, DLHK Badung telah mengangkut sebanyak 800 ton sampah kiriman yang menepi di sejumlah Pantai barat yang ada di Badung.
“Belum lagi yang masih dititipkan di Stop Over (STO) atau penitipan sementara yang jumlahnya mencapai sekitar 500 ton,” ucapnya sembari menambahkan jumlah ini kemungkinan akan terus meningkat. Senan puncak musim sampah kiriman diduga akan terjadi pada bulan Januari hingga berakhir Maret 2025.
“Sampah kiriman tahun ini sepertinya mengalami perulangan seperti kejadian di tahun 2021 dengan volume yang cukup membludak,” imbuhnya.
Sementara itu, di tahun 2022 dan 2023 cenderung malah menurun. “Tahun ini musim sampah kiriman laut di pesisir barat Badung cukup banyak, mulai dari Pantai Mengening hingga Pecatu. Yang terbanyak masih kawasan Samigita,” bebernya.
Sejak tanggal 28 November hingga saat ini, kata dia, total hampir 800 sampah kiriman dari seluruh zona pantai barat telah diangkut ke Pusat Daur Ulang (PDU) Mengwi dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
Dimana jumlah sampah terbanyak berasal dari Samigita sebanyak 500 ton dan sampah yang masih dititipkan di masing-masing STO diperkirakan mencapai 500 ton. Volume sampah ini, belum ditambah dengan sampah organik yang menepi di pesisir laut bagian timur.
Karena saat ini musim hujan masih berlangsung, sampah yang datang kemungkinan akan bertambah banyak. “Puncak musim sampah kiriman laut diprediksi akan terjadi di Bulan Januari 2025 dan berakhir Maret 2025 nanti,” akunya.
Pihaknya mengerahkan 800 orang personel untuk mengangkut sampah ini dari bibir laut. Personel yang dikerahkan ini juga didukung juga dari Dinas PUPR, para pedagang serta pengelola obyek wisata.
Penanganan sampah ini juga melibatkan alat berat yang sebanyak13 unit, yakni ada loader, exavator dan beach cleaner. “Selain itu juga melibatkan 42 unit truk pengangkut ditambah 2 unit armada baru berupa Crawler Carrier,” tambahnya.
Terpisah, Koordinator Deteksi Evakuasi Sampah Laut (Desalut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Made Gede Dwipayana menambahkan, selain sampah organik, sampah kiriman berupa plastik juga mulai menepi di Pantai Kedonganan sejak sekitar 10 hari lalu.
Berdasarkan catatannya, hingga saat ini, sampah plastik yang telah ditangani ke STO Kedonganan berjumlah sekitar 100 ton. BWN-04
































