Penarungan, baliwakenews.com
Keberadaan Pura-pura di Bali seprtinya tidak habis untuk ditelusuri. Mulai dari keberadaan pura dari zaman prasejah hingga zaman Kerajaan Majapahit, semuanya memiliki history masing-masing untuk diyakini sebagai stananya para leluhur wangsa Bali. Kali ini, tim Baliwakenews mengunjungi Pura yang dibangun pada abad Ke 13 sebelum, Empu Kuturan membangun konsep Pura Khayangan Tiga. Pura ini disebut Pura Gunung Agung, dan Pura ini terletak di Banjar Guming, Desa Penarungan. Dan kebelutaln saat itu kami tim baliwakenews. Berkesempatan untuk mengikuti prosesi karya yang sudah puluhan tahun tidak dilaksanakan di pura tersebut.  Â
Pengempon Pura Gunung Agung Desa Penarungan, Made Purna mengungkapkan, konsep Gunung ini sudah ada pada zaman Megalitikum dan Gunung-gunung ini sudah dianggap suci oleh masyarakat zaman itu. Dan Sebelum kerajaan Majapahit Konsep ini sudah direpakan. Dan Untuk berdirinya Pura Gunung Agung Desa Penarungan ini sekitar Abad ke 13 yakni pada zaman pra desa majapahit. Pihaknya juga mencari informasi berdirinya pura ini di desa tetangga yakni Desa Gering dan Desa Abiansemal,bahwa pura ini dibangun pada abat ke 13. Hal ini sebelum Empu Kuturan membuat Konsep Pura Khayangan Tiga, dan Pura Gunung Agung ini pertama lahir. Â
Lebih lanjut mantan Arkelog ini juga mengatakan, dari isi Puranan yang dimiliki di Pura ini, pertama mengenai kenapa Pura ini didamakan Pura Gunung Agung, karena Pura ini juga pengayatan untuk Gunung termegah serta tertinggi yang ada di Bali yang merupakan linggih Ida Bhatara Hyang Pasupati. Palinggih Pokok Di Pura ini diantaranya Palingih Gunung Agung dan Palinggih Gunung Batur yang merupakan simbol dari Pura Ruwa Bineda.
Selainitu ada pelinggih yang menyimbulkan sejumlah kawitan leluhur di Bali yakni Pelinggih Kawitan Penida, Kawitan Ratu Panji, dan Kawitan Tangkas, karena Gunung dalam hal ini diposisikan untuk para luhur. Palingih-palinggih tersebut berada di Utama Mandala Pura. Sementara di kawasan Madya mandala Pura Gunung Agung Desa Penarungan tidak hanya dimiliki oleh satu pura saja yakni Pura Gungung Agung, tapi juga dimiliki oleh Pura Dalem Khayangan Desa Adat Cemenggon, karena di Desa Penarungan ada Dua Desa Adat yakni Desa Adat Penarungan dan Desa Adat Cemenggon. (tim baliwakenews.com)




























