Kutsel, baliwakenews.com
Keluhan tentang kebisingan knalpot brong mencuat dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopincam) Kuta Selatan (Kutsel) Rabu 31 Januari 2024. Dalam rapat yang dipimpin Camat Kutsel, Ketut Gede Arta, beberapa tokoh masyarakat yang hadir mendukung langkah Kepolsiam dalam menindak pengguna knalpot brong karena mengganggu kenyamanan masyarakat.
Dikonfirmasi akan hal ini, Kapolsek Kutsel Kompol Tri Joko Widiyanto, mengatakan pihaknya sudah banyak melakukan penindakan terhadap pemakai knalpot brong ini. Diungkapkannya atas perintah dan seijin Kapolresta Denpsar pihaknya sudah melakukan hunting terhadap pengguna knalpot brong. Bahkan ada ratusan yang sudah diamankan di Polsek Kutsel. Pihaknya tidak melakukan tilang, namun kalau ditemukan adanya pelangggan itu knalpotnya langsung diamankan ke kantor Polsek Kutsel. “Sudah ada ratusan yang kami amankan,” ujarnya.
Selanjutnya pemilik boleh mengambil knalpot miliknya di Kantor Polsek Kutsel dengan membawa surat kendaraan lengkap serta knalpot standar yang harus dipasang di tempat. Selain itu polsek Kutsel juga melakukan koordinasi dengan para kepala sekolah di Kutel. Karena berdasarkan analisa yang dilakukannya kebanyakan pengguna knalpot bronk adalah remaja yang masih sekolah di tingkat SMP dan SMA. “Kamii sudah mengumpulkan Para Kepala sekolah dan membuat MoU agar melaksanakan tertib berlalulintas di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan mengatasi kriminalitas yang meningkat, pihaknya juga rutin melakukan patroli malam hingga subuh. “Kami tidak melarang orang berkumpul. Tapi kalau ada yang kumpul tengah malam sambil Minum minuman keras kami bubarkan. Termasuk kegiatan kegiatan msyarakat yang menggangu kamtibmas,” tegasnya.
Memgantisipasi keluhan bentrok antar penduduk pendatang, pihaknya terus melakukan pendataan dan sidak ke bedeng-bedeng pekerja. Para pendatang ini diarahkan agar melaporkan dirinya ke Kaling terdekat. “Apabila saat sidak kami temukan ada senjata tajam yang bukan fungsinya untuk kerja serta miras langsung kami amankan,” tegasnya.
Sementara itu Camat Kutsel, Ketut Gede Arta memaparkan rapat terkait keamanan ini dilakukan untuk menjaring aspirasi dari para tokoh terkait kondisi keamanan di lingkungan mereka. Selanjutnya masukan ini akan diformulasikan untuk ditindaklanjuti dalam kegiatan di lapangan. Seperti pengendalian penduduk pematang yang sudah berjalan seperti di Kutuh, Jimbaran dan beberapa tempat lainnya. Termasuk juga patroli di malam hari. Sedangkan untuk patroli gabungan dilakukan pada Sabtu. Sarannya adalah terkait masalah kamtibmas sepeti penggunaan knalpot bronk, trek-trekan, remaja kumpul minum Minuman keras dan lainnya. “Raoat Forkopimcam ini kita lakukan setiap bulan dan evaluasinya kami lakukan 3 bulan sekali,” imbuhnya.
Terlebih mendekati pelaksnakaan pemilu dan hari libur. “Rapat gabungan ini melibatkan semua unsur sepeti TNI, Polri, Dishub, Pol.PP, Pecalang dan lainnya. Kemarin kumpul di Kantor camat untuk berikutnya kumpul nya di Kantor Polsek Kutsel mulai pukul 11 sampai dini hari,” pungkasnya.
Dalam rapat yang dihadiri Para Kaling, Pecalang, Babinsa dan Babinkamtibmas serta unsur keamanan lainnya tersebut sejumlah Tokoh yang hadir menyoroti meningkatnya prilaku penduduk Pendatang (Duktang) yang mabuk-mabukan hingga berujung bentrok. Selain Itu pemakaian knalpt bronk dan pengendara tanpa flat kendaraan juga menjadi sorotan. Mereka meminta aparat Kepolisian agar melakukan tindakan tegas terhadap pelanggaran tersebut. BWN-04

































