Denpasar, baliwakenews.com
Belakangan hampir sebagian besar disinfektan dibuat dari bahan campuran zat kimia. Namun tidak demikian dengan disinfektan yang diracik Polda Bali dengan Fakultas Farmasi Unud. Yakni Cairan berbahan ramah lingkungan bahkan tidak perih di mata.

Kapolresta Denpasar AKBP Jansen Avitus Panjaitan, didampingi Dansat Brimob Kombes Adriansyah Daulay, Kamis (30/4/2020) di Polresta Denpasar mengatakan, setelah selesai diracik, ribuan liter disinfektan hasil produksi kerjasama Kapolda Bali dan Unud disalurkan ke polres dan polsek se Bali. “Disinfektan ini aman dan tak berbahaya untuk kulit, mata dan sebagainya. Beda dengan disinfektan umumnya. Saya sudah coba dengan cara membasuh muka. Dan ternyata aman dan tak perih di mata,” ucapnya.
2400 liter disinfektan untuk disemprot ke daerah zona merah penyebaran virus corona di seluruh Bali. “Disinfektan ini diambil oleh masing-masing Kasat Shabara Polres. Ya ini segara kami suruh semprotkan,” tegasnya.
Sementara bagian Fakultas Farmasi Unud, Dewa Ayu Swastini mengatakan, kebanyakan disinfektan yang beredar selama ini, berbahan tak ramah lingkungan yakni pemutih baju. “Kami memakai bahan baku untuk obat tetes mata dan tetes telinga. Dengan beberapa bahan lain kita formulasikan sehingga menjadi cairan disinfektan,” jelasnya. BW-03

































