Nangluk Merana di Kuta Tegaskan Pelestarian Tradisi Bali, Arus Lalin Diatur Buka–Tutup

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Upacara Nangluk Merana yang digelar Desa Adat Kuta pada Minggu (14/12) kembali menjadi momentum penting pelestarian tradisi Bali. Tidak sekadar ritual tahunan, prosesi ini mencerminkan komitmen masyarakat Kuta menjaga keseimbangan alam dan harmoni sesuai ajaran adat.

Upacara akan dimulai pukul 06.00 Wita di kawasan Catus Pata Bemo Corner dengan pengaturan lalu lintas buka–tutup yang berlangsung dinamis. Pengalihan arus diterapkan untuk memastikan prosesi adat berlangsung khidmat sekaligus menjaga keamanan warga dan wisatawan.

Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, menyampaikan bahwa penutupan akses menuju pusat prosesi bersifat temporer dan bergantung pada pergerakan upacara. “Sistem buka–tutup berjalan mengikuti ritme prosesi, dan diperkirakan selesai paling lambat pukul 12.00 Wita,” ujarnya, Jumat (12/12).

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Melayat ke (Alm) Palinggih Dane Jero Gede Batur Kawanan (Alitan) Kintamani, Bangli

Sejak pukul 07.00 Wita, enam pelawatan barong akan turun menuju sejumlah pertigaan dan perempatan untuk melaksanakan pecaruan. Alit menegaskan bahwa rangkaian ini merupakan bagian dari siklus ritual adat yang bertujuan menetralisir unsur negatif di wilayah Kuta. “Pecaruan dilakukan di setiap simpang sebelum pelawatan kembali ke peyogan, sesuai awig-awig adat,” katanya.

Setelah itu, prosesi dilanjutkan ke Pantai Kuta, tepatnya di depan Pura Segara dekat tsunami shelter. Di lokasi ini digelar persembahan pekeleman kepada Sang Hyang Baruna sebagai permohonan keselamatan dan keseimbangan alam.

Baca Juga:  74 Water Meter Hilang, PDAM Tirta Mangutama Fokus Amankan Aset dan Jaga Layanan Pelanggan

Selain aspek spiritual, panitia memperhatikan kenyamanan masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Kuta. Sosialisasi pengalihan arus telah diberikan kepada hotel, restoran, dan pelaku wisata. “Para pengusaha memahami bahwa ini tradisi tahunan. Jika harus melintas, mohon dimaklumi karena sistem buka–tutup pasti mempengaruhi kecepatan kendaraan,” kata Alit.

Ketua LPM Kelurahan Kuta, I Putu Adnyana, menjelaskan rekayasa lalu lintas dimulai dari pintu masuk Kuta. Kendaraan dari arah bandara diarahkan ke Bypass Ngurah Rai untuk mengurangi beban menuju pusat upacara. Arus keluar dari Kuta tetap diperbolehkan dengan sistem buka–tutup mengikuti selesainya upacara di tiap titik.

Baca Juga:  Miris, Winger Bali United Privat Mbarga Mendapat Perlakuan Rasis

Pengamanan dilakukan melalui koordinasi terpadu antara Polsek Kuta, Dinas Perhubungan, Babinsa, Linmas, dan Satpol PP. Sejumlah ruas yang terdampak pengaturan antara lain Pantai Kuta, Jalan Legian, Jalan Raya Kuta, Jalan Singosari, Jalan Kediri Tuban, hingga Jalan Kubu Anyar.

Masyarakat dan pengunjung diimbau menghindari jalur masuk Desa Adat Kuta pada pukul 06.00–12.00 Wita demi kelancaran tradisi. “Semua personel sudah siap. Kami berharap publik dapat memaklumi karena ini bagian dari pelestarian budaya,” ujar Adnyana. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR