Pohon Raksasa di Banjar Bayan Sedot Ribuan Wisatawan  

Iklan Home Page

Tabanan, baliwakenews.com

Sejuknya udara dan asrinya alam pedesaan begitu terasa di Banjar Bayan, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Hamparan pesawahan dengan latar belakang Gunung Batu Karu bak lukisan alam dari sang pencipta.

Berkat alam yang indah dan tradisi masyarakat pedesaan yang kental. Banjar Bayan memiliki pesona bagi para wisatawan, baik lokal atau mancanegara. Terlebih, di tempat itu terdapat pohon langka dengan ukuran raksasa. Dan pohon terbesar di Bali ini menjadi ikon dari Banjar Bayan.

Kayu Putih atau Taru Putih, masyarakat setempat menyebut nama pohon yang diperkirakan berusia lebih dari 700 tahun itu. Selain penuh misteri, pohon langka ini juga menyedot ribuan pengunjung setiap tahunnya.

Wayan Bagia, warga Banjar Bayan yang juga penjaga Kayu Putih menuturkan, sebelum dikelola menjadi tempat wisata, di sekitar Kayu Putih ditumbuhi semak-semak. “Kemudian warga kami memberikan rumput dan pohon liar di sekitar Kayu Putih pada tahun 2013. Dan kunjungan wisatawan mulai datang tahun 2014,” ucapnya, Sabtu 29 Januari 2022.

Baca Juga:  Penilaian Satyalancana Pembangunan, Bupati Sanjaya Paparkan Potensi Pertanian Kabupaten Tabanan

Awal-awalnya, kata Bagia, hampir setiap minggu rombongan wisatawan asing berkunjung. Dan obyek wisata Kayu Putih mulai dikenal dan sering dikunjungi. “Selain melihat pohon, wisatawan yang datang untuk bermeditasi. Ada juga yang tracking di areal persawahan atau berkeliling desa,” kata pria murah senyum ini.

Baca Juga:  Gebyar Apresiasi Satu Tahun Pra Sekolah Tabanan 2025

Seiring kedatangan wisatawan, membuat Banjar Bayan memiliki pemasukan. Dan dananya digunakan merenovasi Pura Babakan yang berada di bawah Kayu Putih. Warga sekitar pun kemudian membuka warung dan menyiapkan pejati (sarana upacara) untuk wisatawan yang hendak bermeditasi.

Hingga akhirnya, pandemi Covid-19 menghantam Bali pada 2019 lalu. Dan jumlah kunjungan turun terutama wisatawan asing. “Turis asing sama sekali tidak ada. Tapi disambung warga Bali yang datang untuk bersepeda. Belakangan ini tak seramai dulu memang (wisawatan asing). Tapi orang lokal (Bali) masih ada yang datang,” ucap Bagia dengan nada lembut.

Baca Juga:  Laris Manis di Pasar Rakyat, Sangkar Emas Lapas Tabanan Curi Perhatian

Sementara salah seorang pengunjung, Wayan Supanantara mengaku sudah beberapa kali datang ke Kayu Putih. Pria asal Denpasar ini merasa nyaman dan damai saat datang ke Kayu Putih. “Di jalur ini banyak ada obyek wisata. Jadi bisa mampir ke sini. Dan disini tidak dipatok biaya tiket masuk. Hanya sekedar dana punia saja,” tegasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR