PKM Unwar di Kelompok Mina Merta Yoga Aplikasi Probiotik Sederhana pada Pakan dan Media Budidaya Ikan Nila

Iklan Home Page

Blahkiuh, baliwakenews.com

Mengoptimalkan hasil produksi ikan Nila di Kelompok Mina Merta Yoga di Desa Blahkiuh
Kecamatan Abiansemal Badung, Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) memberikan pelatihan pengaplikasian probiotik sederhana pada pakan dan media budidaya ikan Nila. Tim PKM Unwar mengadakan penyuluhan mengenai teknologi tepat guna dalam pembuatan probiotik untuk pakan buatan dan mempertahankan kualitas air kolam.

Tim PKM Unwar yang diketuai Dr. Dra. Sang Ayu Made Putri Suryani, M.Si., dengan anggota Ir. I Gusti Ayu Dewi Seri Rejeki,M.Si., dan I Gede Agus Surya Pratama,S.Pi,M.Si., melaksanakan pelatihan dan pendampingan terhadap Kelompok Pembudidaya ikan Mina Merta Yoga sejak Mei 2024 hingga Desember 2024.

Dr. Dra. Sang Ayu Made Putri Suryani, M.Si., memaparkan kelompok mitra yang terdiri dari 10 orang anggota diketuai oleh I Nyoman Adnyana, tidak memiliki pengetahuan terhadap pembuatan probiotik sederhana untuk pakan dan media budidaya ikan Nila. Selain itu rendahnya kemauan untuk memanfaatkan teknologi fermentasi pada pakan sementara harga pakan meningkat dan mitra belum memiliki sistem promosi yang baik dalam memasarkan benih ikan yang dihasilkan, mendorong pihaknya untuk melaksanakan PKM pada Kelompok Pembudidaya ikan Mina Merta Yoga.

Baca Juga:  Pemprov Bali bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI Tandatangani Kesepakatan Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal

“Kelompok ini bergerak dibidang Budidaya ikan Nila dan Koi. Dalam pelaksanaan budidaya ikan Nila dan Koi ada beberapa permasalahan yang dihadapi oleh kelompok yaitu masalah penyediaan pakan dan menjaga kualitas air pada kolam budidaya sehingga focus dalam program kemitraan masyarakat ini adalah pembuatan probiotik sederhana yang diaplikasikan pada pakan dan air kolam budidaya ikan,” ucapnya.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengefisienkan penggunaan pakan dalam budidaya adalah dengan menggunakan aplikasi probiotik pada pakan buatan. Pemberian probiotik dalam pakan berpengaruh dalam saluran pencernaan, sehingga akan sangat membantu proses penyerapan makanan dalam pencernaan ikan. Dalam meningkatkan nutrisi pakan, bakteri yang terdapat dalam probiotik memiliki mekanisme dalam menghasilkan beberapa enzim untuk pencernaan pakan.

Pakan merupakan hal yang sangat penting diperhatikan dalam kegiatan budidaya ikan, baik secara semi intensif maupun intensif karena pakan merupakan komponen biaya produksi yang paling tinggi yaitu sekitar 35-70% dari biaya operasional. Hal inilah yang menyebabkan penggunaan pakan dalam budidaya perlu diefisienkan untuk dapat mengoptimalkan hasil produksi.

“Selama ini pembudidaya ikan banyak menggunakan probiotik komersial diperjual belikan di pasar dengan harga yang relatif mahal sehingga kurang terjangkau oleh masyarakat pembudidaya terutama golongan ekonomi lemah. Untuk itu tercetus ide untuk membuat probiotik dengan menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat, bisa dilakukan dimana saja tanpa perlu tempat yang steril sperti laboratorium, serta yang terpenting adalah biaya pembuatan yang relatif murah,” ujarnya.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Dana Silpa APBDes Dauh Puri, Kejari Bidik Tersangka Baru

Probiotik sederhana ini dibuat dengan mencampurkan beberapa bahan seperti cacahan batang pisang, air kelapa muda, tepung terigu, dan molase yang difermentasikan hingga mengeluarkan bau alkohol yang mengindikasikan bahwa proses fermentas probiotik ini berlangsung dengan baik dan probiotik siap digunakan.

“Probiotik batang pisang ini memiliki beberapa keunggulan antara lain: mudah dalam pembuatan, tidak memerlukan biaya yang besar dibandingkan pembuatan probiotik lain yang sejenis, signifikan meningkatkan laju pertumbuhan ikan,” ungkapnya.

Untuk itu tim PKM Unwar melaksanakan pelatihan dan demonstrasi langsung tentang penggunaan probiotik pada budidaya ikan nila, dengan tujuan sebagai sarana pembelajaran bagi pembudidaya ikan untuk penggunaan probiotik, mengetahui nilai konversi pakan dan kondisi kualitas air dengan penggunaan probiotik pada budidaya ikan Nila.

Baca Juga:  SMSI Badung Bidik 200 Peserta, Bongkar Risiko Transaksi Digital dan QRIS Palsu

Juga tentang penerapan teknologi bioflok meminimalkan pergantian air, proses grading dan dapat diaplikasikan dengan mudah karena tidak Teknologi kolam bundar dan pemanfaatan bakteri probiotik memiliki potensi membantu penyelesaian masalah dengan produktifitas yang tinggi, membantu pencernaan ikan dan mempertahankan kualitas air dengan perombakan unsur organik dalam kolam yang berpotensi meningkatkan kadar amonia dalam media budidaya.

“Kami mengadakan penyuluhan mengenai teknologi tepat guna dalam pembuatan probiotik untuk pakan buatan dan mempertahankan kualitas air kolam. Kami juga mengadakan pelatihan/ praktek langsung mengenai pembuatan probiotik pada pakan dan air kolam, dilakukan beberapa kali evaluasi sampai peserta pelatihan benar-benar menguasai teknologi tersebut dan peserta pelatihan mampu untuk membuat prodak secara mandiri,” ucapnya.

Jika kegiatan PKM sudah akan berakhir pihaknya akan memberikan bahan untuk dapat memotivasi penggunaan probiotik. Dengan demikian pihaknya berharap mitra mampu membuat probiotik dengan memanfaatkan bahan bahan alami, mampu meningkatkan produksi ikan Nila dengan menekan biaya pembelian pakan. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR