web analytics

PKM Unwar Berdayakan Staf Taman Baca Kesiman Bali, Berbasis Bahasa Inggris Dan Budaya

Denpasar, baliwakenews.com

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Warmadewa ( Unwar) dengan tema “Pemberdayaan Staf Taman Baca Kesiman Bali”, dilaksanakan karena adanya kendala yang dihadapi oleh mitra terkait peningkatan kemampuan para staf dalam hal berbahasa Inggris.

Tim PKM Unwar terdiri dari 3 orang dosen yakni Dewa Ayu Kadek Claria S.S.,M.Hum dan I Gusti Ngurah Adi Rajistha, S.S.,M.Hum pada bidang pelatihan Bahasa Inggris dan Dra. Ni Made Suwendri, M.Si dalam bidang Budaya. Melaksanakan peatihan kepada 7 orang staf Taman Baca Kesiman Bali.

Dewa Ayu Kadek Claria memaparkan Taman Baca Kesiman (TBK) merupakan perpustakaan dengan konsep yang unik dan tergolong sebagai perpustakaan umum. TBK sering menggelar kegiatan yang menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara seperti diskusi, pertunjukan, pameran, dan sebagainya.

Pelatihan juga melibatkan mahasiswa dari Univeristas Warmadewa yang ikut mendampingi peserta selama proses pelatihan. Pelatihan dilakukan dalam tiga tahapan yakni tahap pertama yang merupakan tahap pembukaan dengan memberikan pengenalan awal terhadap materi dan mengukur kedalaman pengetahuan peserta dengan menggunakan metode komunikasi dua arah, melalui percakapan ringan dengan tujuan untuk membangun suasana sehingga pelatihan dapat dilakukan dengan santai akan tetapi semua materi dapat dikuasi.

“Melalui hasil survey yang dilakukan, staf di TBK belum memiliki konsep dasar dalam korespondensi bahasa Inggris secara umum dan pembuatan newsletter berbasis budaya secara khusus. Berdasarkan hasil survey tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang dihadapi mitra yang pertama adalah staf TBK belum memiliki kemampuan dasar korespondensi bahasa Inggris yang digunakan untuk berkomunikasi melalui email dan yang kedua adalah staf TBK belum mampu mempromosikan tempat yang mereka miliki dengan menggunakan media email yang mengandung unsur budaya yang dapat digunakan untuk menunjang pemulihan pariwisata di Bali dan meningkatkan kunjungan di TBK,” tuturnya.

Baca Juga:  Gubernur Minta GM Hotel Utamakan Produk Lokal

Tahap ke dua yakni tahap pemberian materi sesuai dengan kebutuhan staf TBK. Pemberian materi dilakukan dengan memberikan contoh penulisan korespondensi dan panduan pembuatan newsletter dengan mengkombinasikannya dengan pengetahuan budaya.

“Korespondensi ini merupakan kegiatan untuk menyampaikan pesan dalam bentuk surat menyurat antara pihak terkait baik dalam bentuk atau mengatasnamakan perserorangan maupun instansi. Bentuk korespondensi ada yang menggunakan media konvesional dengan menggunakan pos dan ada yang dalam bentuk elektronik yaitu menggunakan email, ” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan saat ini terutama di masa pandemi, komunikasi antara pihak lebih banyak dilakukan dengan menggunakan email termasuk juga hal ini dilakukan oleh pihak TBK. Korespondensi dalam bahasa Inggris pada dasarnya sama dengan korespondensi dengan menggunakan bahasa Indonesia akan tetapi korespondensi dalam bahasa Inggris pada umumnya memiliki struktur penulisan yang lebih singkat.

Hasil penelitian berjudul Analisis Kemampuan Berbahasa Inggris dengan menggunakan Content Based Orientation oleh Paniya (2013) kemudian digunakan sebagai acuan utama dalam Pengabdian kepada Masyarakat sebagai solusi dari permasalahan yang ada.

Melalui hasil penelitian tersebut diterapkan dalam pengabdian bahwa ragam bahasa yang digunakan dalam penggunaan korespondensi bahasa Inggris yaitu terdiri dari dua bentuk yaitu 1) American Corespondence Style dan 2) British Correspondence Style.

Baca Juga:  Menganggur, Mantan Napi Satroni Kos-kosan di Denpasar

“Kedua gaya surat tersebut sering digunakan oleh perseorangan maupun instansi. Kerangka surat yaitu bagian surat juga sangat penting untuk diketahui susunannya terutama dalam hal korespondensi bisnis yang memiliki tingkat formalitas yang berbeda dengan korespondensi perseorangan, ” imbuhnya.

Kerangka surat pada umunya disusun secara berurutan terdiri dari kepala surat (the letter head), tanggal surat (the letter date), dasar surat (the reference), alamat yang di tuju (the inside address), khusus di tujukan (the attention), perihal surat (the subyjek matter), salam pembuka (the salutation), alinea pembuka (the opening paragraph), alinea tengah (the middle paragraph), alinea penutup (the closing paragraph), salam penutup (the conclusion), tanda tangan (the signature), dan lampiran (the enclosure).

Pelatihan yang dilakukan di Taman Baca Kesiman ini diselingi dengan aktivitas pemberian kuis dan tanya jawab sehingga kegiatan yang bervariasi ini dapat membangun minat dan semangat peserta pelatihan. Proses pelatihan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dan diskusi terkait produk newsletter yang dapat digunakan sebagai bahan untuk mempromosikan fasilitas sekaligus mengenalkan TBK kepada konsumen dengan menggunakan media email korespondensi yang telah diajarkan sebelumnya.

Tahap ke tiga yakni tahap evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan untuk melihat perkembangan kemampuan peserta pelatihan. Evaluasi dilakukan dengan cara memberikan kuesioner dengan pertanyaan yang sama yang diberikan pada saat observasi sehingga akhirnya dapat diketahui keberhasilan pelatihan dengan cara membandingkan kedua hasil kuesioner tersebut.

Baca Juga:  Bersekongkol Curi Batrai Tower Telekomunikasi, Empat Teknisi Provider Dikrangkeng

Pelatihan yang dilakukan sebagai pemberdayaan masyarakat ini dapat dilakukan dengan baik karena adanya kerjasama dari kedua belah pihak. Dalam proses pelatihan tidak ditemukan adanya kendala yang berarti sehingga dapat dikatakan pelatihan berjalan dengan lancar tanpa adanya kendala yang berarti.

Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan dengan mengutamakan pelatihan pada bidang penulisan korespondensi dan newsletter berbahasa Inggris dan berbasis budaya menunjukkan hasil yang memuaskan. Setelah diadakannya pelatihan tersebut, kemampuan para staf yang telah diukur sebelum melaksanakan pelatihan menunjukkan adanya peningkatan.

Hal tersebut dapat dilihat dari hasil evaluasi yang dilakukan pada saat akhir pengabdian yang mana staf yang pada awal mulanya belum memiliki kemampuan dalam bidang korespondensi dan pembuatan neswsletter pada akhirnya mampu mengaplikasikan materi yang diberikan pada saat pelatihan.

Pelatihan yang dilakukan dengan melihat kekurangan dan mengembangkan potensi para staf di Taman Baca Kesiman perlu dilakukan juga pada bidang lainnya guna menunjang pemulihan pariwisata.

“Semua pihak yang terlibat dalam pengelolaan wisata dan menjadi tempat kunjung wisata baik oleh pengunjung lokal maupun mancanegara perlu diperhatikan sehingga mampu memberikan kontribusi yang maksimal, ” pungkas Dewa Ayu Kadek Claria. *BWN-03

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
%d blogger menyukai ini: