Denpasar, baliwakenews.com
Peristiwa berdarah menodai malam ppengerupukan di Denpasar, Bali. Seorang warga, I Putu Eka Astina (41) dibantai oleh empat orang saat nonton pawai ogoh-ogoh.
Pria yang kerap disapa Tu Pekak itu lantas tewas dengan delapan luka tusukan. “Lokasi penganiayaannya terjadi di Jalan Veteran, Banjar Tainsiat, Desa Dangin Puri Kaja, Denpasar Utara, Selasa (21/3) sekitar pukul 21.30,” kata sumber petugas, Kamis (23/3).
Dan korban yang beralamat di Denpasar Utara itu ditikam dengan delapan luka tusukan di sekujur tubuhnya. Dia tewas setelah mendapatkan perawatan di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar. “Motif penusukan tersebut diduga salah paham. Pelakunya diperkirakan empat orang, dua telah ditangkap polisi,” katanya.
Menurut sumber, aparat Satreskrim Polresta Denpasar bergerak cepat dan menangkap dua orang diduga pelaku bernama I Gede Santiana Putra alias De Anggur (30) dan I Dewa Gede Raka Subawa (23). “Para pelaku dengan korban saling mengenal. Mereka sama-sama dari Banjar Karang Sari, Dangin Puri Kaja,” tegasnya.
Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi yang dikonfirmasi. Dia mengatakan dua pelaku telah ditangkap. Dan kasusnya masih dalam pengembangan. “Nanti akan secepatnya diungkap ke publik. Masih dikembangkan dan memeriksa saksi-saksi termasuk tersangka,” katanya. BWN-01

































