Percepat Pemulihan Sektor Pariwisata Duartha: Pemerintah Perlu Lakukan Subsidi

Iklan Home Page

Kutsel, baliwakenews.com

Pemerintah sudah saatnya berinovasi dalam rangka merangsang datangnya wisatawan untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata. Rangsangan yang dimaksudkan yakni dengan memberi semacam subsidi kepada pasar atau wisatawan. Seperti dengan menerapkan subsidi pada tiket pesawat menuju Bali, atau menanggung biaya pemenuhan syarat uji Rapid Antigen atau PCR.

Saran ini dilontarkan Praktisi Pariwisata yang juga Doktor Bidang Pariwisata jebolan Unud, Dr.I Wayan Duartha, S.S.,M.Par, Sabtu (6/2). PPKM selama 2 periode diakuinya memang berdampak sangat berat bagi sektor pariwisata. Namun demikian hal ini dianggap bagian dari suatu proses yang harus siap dilakoni. Jika hal ini berjalan baik dan ada campur tangan pemerintah diyakini pariwisata akan segera bangkit.

Ketua Panitia New Normal Pantai Pandawa ini, mengaku sangat yakin setelah pelaksanaan PPKM ini pariwisata akan kembali bergerak maju. “Seperti berkali kali saya bilang kalau dibuka dengan benar dan difasilitasi pemerintah akan booming. Karena orang lama tinggal di rumah ketika diijinkan keluar akan seperti air bah,” papar salah seorang Calon Perbekel Desa Kutuh tersebut. Seperti saat libur pergantian tahun lalu. Walaupun masih diperketat kunjungan ke Bali tetap ramai.

Baca Juga:  Ngaturang Bakti Piodalan Petapakan di Pura Sada Pacung, Suyasa Apresiasi Kebersamaan Krama Nangun Yadnya

“Kami tentu berterimakasih atas berbagai bantuan yang telah diberikan pemerintah selama ini. Namun khusus soal bantuan yang bersifat fisik, saya rasa itu sudah cukup. Karena tantangan sekarang adalah bagaimana merangsang wisatawan, untuk datang berwisata ke Bali. Jadi pasar pariwisata inilah yang harusnya mulai digarap,” sarannya.

Jika bantuan masih juga diarahkan untuk pembenahan fisik, Duartha menilai itu tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap perputaran ekonomi. Karena yang mengakibatkan berputarnya perekonomian masyarakat, adalah hadirnya wisatawan ke Bali. “Bagaimana perekonomian masyarakat di destinasi wisata bisa bergerak, jika wisatawannya tidak ada?” Sodoknya.

Disinggung kasus covid 19 yang masih tinggi, dia menegadkan kalau hal tersebut tentu tidak boleh dikesampingkan. Hanya saja dia menyakini, ada pola lain efektif yang bisa dilakukan tanpa harus terus-menerus menutup gerbang pariwisata. “Saya rasa dua gelombang PPKM yang telah dilakukan ini sudah cukup. Jadi ke depan perlu ada pola baru yang dilahirkan, tanpa mengabaikan salah satu sektor. Baik itu sektor kesehatan ataupun perekonomian masyarakat yang bertumpu pada pariwisata,” ujarnya.

Baca Juga:  Akhir Tahun 2020 , REI Bali Rampungkan 1500 Rumah Subsidi

Dia menilai Pasar domestik masih luar biasa. Apalagi sering dengan berjalannya vaksin maka pariwisata akan segera pulih meskipun tidak 100 persen. “Kalau pemerintah turun langsung pasti cepat. Apalagi Pak Sandiaga Uno Berkantor di Bali tentu biar lebih tahu denyut nadi pariwisata Bali san apa yang diperlukan,” ungkapnya.

Selain itu juga akan bisa melihat langsung fakta yang terjadi di lapangan. Pihaknya di DTW Pandawa, Kutuh meski dalam situasi PPKM tetap bergerak dengan membuka destinasi baru yakni Pantai Timbis. Salah satunya dengan mendorong pembangungan infrastruktur. Dengan begitu Pandawa dan Timbis yang masuk dalam 4 zona kawasan integrasi bisa selesai dan sudah siap begitu pariwisata internasional dibuka. “Terobosan harus ada, sehingga pasar asing saat dibuka kita sudah siap,” imbuh Praktisi yang sempat 16 tahun berkecimpung di hospitality di Ubud tersebut. Menurutnya pariwisata bali tidak perlu terlalu khawatir kalau pasar Asutralia baru akan dibuka tahun 2022. Karena ini bukanlah harga mati dan akan bisa berubah setiap saat sesuai kondisi yang terjadi. “Itu kan bukan harga mati, hanya batas maksimum yang fluktuatif dan bisa berubah. Jadi kita jangan berpangku pada itu,” tegasnya.

Baca Juga:  Bupati Badung Hibahkan Tanah untuk Desa Adat Seminyak

Misalnya dengan mencari terobosan lain, Seperti yang sempat disampaikan Menparekraf Sandiaga Uno dengan memanfaatkan wisatawan yang sudah divaksin dan lainnya. “Momen Pak Sandi berkantor di Bali juga harus betul-betul dimanfaatkan pemangku kepentingan untuk memberi masukan terkait Kindisi dan apa yang dibutuhkan pariwisata Bali,” pungkasnya. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR