Denpasar, baliwakenews.com
Dalam perjalanan menjelang Porprov Bali XV/2022 yang dilaksanakan secara Gotong Royong, sering terdengar adanya pemindahan venue pertandingan. Seperti contoh venue panjat tebing dari awalnya di Karangasem kemudian berpindah di Buleleng, dan terakhir info pastinya justru digelar di Kabupaten Tabanan.
Hal ini memang ada alasannya. Binpres KONI Bali, Agung Bagus Tri Candra Arka membeberkan, alasan sering berpindahnya venue itu karena dalam Porprov kali ini tidak ada penganggaran untuk pembangunan venue baru, termasuk juga renovasi secara besar.
“Karena efisiensi anggaran itu maka tidak ada pembangunan venue. Oleh sebab itu lokasi yang ditentukan di awal justru malah berbeda dengan ekspetasinya,” kata Tri Candra Arka, Rabu (13/7).
Berdasarkan catatan yang dihimpun, venue panjat tebing yang awalnya di Karangasem dan Buleleng itu membutuhkan renovasi yang menelan anggaran hingga ratusan juta. Sehingga dipilihlah Tabanan yang mana papan panjat tebing sudah tersedia dan hanya tinggal peremajaan sedikit.
Kata pria yang akrab disapa Gung Cok ini, pihaknya menunggu satu cabang olahraga saja yang belum memastikan venue yakni biliar. Pihaknya berharap minggu ini sudah selesai agar minggu depan pihaknya bisa mengeluarkan SK untuk disahkan soal venue maupun jadwal Porprov Bali XV/2022.
“Setelah draf venue selesai, kami panggil Technical Delegate masing-masing cabor untuk membahas dan berkoordinasi,” tutup Gung Cok. BWN-06

































