Denpasar, baliwakenews.com
Pandemi Corona Virus Deasis 2019 (Covid-19) berdampak pada seluruh sektor ekonomi. Meski demikian Ni Wayan Srilaba, pemilik Duta Orchid, saat ditemui di Duta Garden Kertalangu, mengaku bisnis tanaman masih mampu menggeliat.
Semua orang pasti terdampak Corona tidak ada tidak. Karenanya Srilaba mengatakan untuk kondisi saat ini, ia tidak berfikir bisnis tapi bagaimana bisa sehat dan tidak terpapar virus Corona. Namun diakui dari bisnis tanaman khususnya anggrek, masih bisa berjalan meski hanya ada satu dua orang pelanggan per hari. ” Orang sekarang hanya diam di rumah, supaya ada kegiatan, ya mereka memilih memelihara tanaman. Untuk menghilangkan kejenuhan saat pandemi ini,” papar Supliyer anggrek yang dalam kondisi normal bisa menjual 10 ribu pohon per bulan.
Lebih lanjut dikatakan, untuk sementara ini pelanggan dari hotel tidak ada lagi yang menggunakan bunga, seiring mati surinya sektor pariwisata. “Yang sekarang masih jalan adalah orang pribadi yang membeli satu dua pot anggrek, untuk menyalurkan hobi,” tukasnya.
Meski demikian dikatakan, untuk menarik minat konsumen pihaknya melakukan inovasi dalam kemasan. “Untuk menarik konsumen kita harus kreatif. Kalau satu pot anggrek, orang sudah biasa lihat jadi dalam pengemasan diinvasi baik memadukan beberapa pot anggrek dalam satu pot besar atau dikemas dengan lainnya supaya orang tertarik dengan bunga,” papar wanita yang aktif dalam berbagai organisasi tersebut.
Selain itu pihaknya juga memberikan diskon, khusus untuk anggrek yang sudah berbunga full. Untuk saat ini dikatakan anggrek jenis dendrobium yang paling diminati konsumen, karena harga lebih terjangkau, perawatan lebih mudah dan mudah berbunga.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, bisnis yang dirintis sejak 2001 tersebut dikatakan berjalan sangat lambat. Sehingga Srilaba terpaksa merumahkan 50 persen karyawannya. Selain itu pengurangan jam kerja juga dilakukan, sebagai kiat untuk bertahan di masa pandemi ini. “Sore hari, anggrek tidak membutuhkan perlakuan. Makanya karyawan saya beri setengah hari kerja,” ucapnya.
Menyikapi ‘new normal’, ia mengajak semua pihak untuk tetap waspada. “Kita harus waspada untuk diri kita sendiri dan juga orang lain, jangan sampai tertular dan jangan sampai menularkan. Kita harus mengikuti protap – protap Kesehatan yang telah disarankan oleh pemerintah,” ucapnya.
Untuk pengembangan bisnis kedepan Srilaba mengaku lebih fokus pada membudidayakan anggrek yang diminati oleh konsumen pribadi. Karena untuk pelanggan hotel belum dapat diprediksi kapan akan mulai bangkit.
Untuk kiat memelihara anggrek, khususnya saat cuaca hujan dan panas seperti belakangan ini, Srilaba mengatakan kalau hujan anggrek cepat jadi busuk. ” Busuk itu ada dua, kadang karena jamur atau karena bakteri. Kalau dua hari saja kena hujan, kita harus beri obat. Untuk pemupukan, lakukan dua kali seminggu agar anggrek tumbuh subur,” pungkas Srilaba.*BW-09.

































