Ombak Ekstrem Mengintai Selatan Bali, Lifeguard Kuta-Kutsel Siapkan Skenario Penyelamatan di Medan Paling Ganas

Iklan Home Page
Mangupura, baliwakenews.com
 
Ancaman gelombang tinggi yang akan memasuki puncaknya pada Juni hingga Agustus mulai diantisipasi serius oleh UPTD Penyelamatan Wisatawan (Lifeguard) Kuta-Kuta Selatan (Kutsel). Kawasan dengan karakter ombak besar seperti Uluwatu hingga Dreamland disebut menjadi titik paling rawan.
 
Tak sekadar imbauan, lifeguard kini menyiapkan skenario penyelamatan di medan ekstrem yang dikenal memiliki arus kuat, tebing curam, dan gelombang besar.
 
Kepala UPTD Lifeguard Kuta Selatan, Ni Putu Sastra Labda Patni, mengatakan peningkatan tinggi gelombang sudah mulai terasa sejak Mei dan akan mencapai puncak dalam beberapa bulan ke depan.
 
“Kami minta wisatawan benar-benar disiplin. Berenang hanya di area bendera merah-kuning. Jangan masuk zona merah karena sangat berbahaya,” tegasnya saat ditemui di sela evaluasi pelatihan jet ski di Pantai Muaya, Jimbaran, Senin (4/5/2026).
 
Ia menegaskan, sejumlah pantai di Kutsel bukan hanya memiliki ombak besar, tetapi juga arus bawah laut yang bisa menyeret wisatawan dalam hitungan detik. Kawasan seperti Uluwatu, Labuan Sait, Bingin, hingga Dreamland disebut sebagai titik dengan risiko tinggi.
 
Sementara itu, karakter gelombang dengan hempasan kuat juga kerap terjadi di Pantai Melasti dan Pandawa.
 
Menghadapi kondisi tersebut, lifeguard tidak tinggal diam. Pelatihan intensif terus digelar, termasuk evaluasi operasional jet ski yang kini memasuki sesi keempat.
 
“Ini bukan sekadar latihan biasa. Kami evaluasi teknik penyelamatan agar siap menghadapi kondisi riil di lapangan,” jelas Sastra.
 
Tahap berikutnya, simulasi penyelamatan akan digelar di kawasan Uluwatu, lokasi yang dikenal memiliki medan paling menantang di Bali. Selain ombak besar, area ini juga dikelilingi tebing terjal yang menyulitkan proses evakuasi. “Persiapannya harus ekstra. Medannya ekstrem, jadi semua harus benar-benar siap,” ujarnya.
 
Kepala UPTD Lifeguard Kuta, I Wayan Somer, bahkan memastikan akan turun langsung memimpin simulasi tersebut bersama personel berpengalaman.
 
“Di Uluwatu tidak bisa coba-coba. Kami turunkan anggota yang sudah terbiasa dengan karakter ombak besar,” tegas lifeguard senior asal Pecatu itu.
 
Ia juga mengingatkan peselancar, khususnya pemula, agar tidak memaksakan diri saat kondisi gelombang tinggi.
 
“Banyak yang nekat padahal belum punya kemampuan. Ikuti arahan petugas, keselamatan itu utama,” katanya.
 
Dengan meningkatnya aktivitas wisata laut di Bali Selatan, kesiapsiagaan lifeguard menjadi garda terdepan dalam mencegah kecelakaan. Namun di atas itu, disiplin wisatawan tetap menjadi kunci utama. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR