Jimbaran, baliwakenews.com
Kecelakaan kerap terjadi di Tanjakan Jalan Goa Gong, Jimbaran. Kuta Selatan (Kutsel). Setelah ditelusuri dari informasi masyarakat ternyata selain terjal kawasan ini juga penuh misteri. Salah satunya adalah kemunculan ular besar mirip naga di tengah malam. Kemunculan ular besar melintang di tengah jalan diceritakan oleh beberapa warga yang hendak melintas di jalan terjal yang di sebelahnya terdapat Pura Goa Gong.
Fenomena munculnya ular yang diduga penghuni kawasan ini dibenarkan Kepala Lingkungan (Kaling) Goa Gong, Wayan Sudina. Menurut Sudina beberapa Warga yang melintas di sana, terutama di malam hari memgaku sempat dikagetkan munculnya ular besar secara tiba-tiba.
Saking takutnya warga tersebut terpaksa putar balik dan tidak Jadi melanjutkan perjalanan. Mereka memilih jalan alternatif lain yakni Jalan Uluwatu menghindari kehadiran ular tersbeut.
Hal ini kata dia bukan hanya diceritakan oleh satu warga, tetapi beberapa warga yang mengalami hal serupa. Bahkan fenomena ini sudah ramai menjadi pembicaraan di masyarakat sekitar dan Kuta selatan pada umumnya.
Fenomena lainnya yang tidak masuk di akal, lanjut Sudina yakni diawali seorang pekerja. Dimana saat melakukan penataan Jalan tersebut sempat mengalami kesulitan karena kerasnya batuan yang ada di lokasi. Bahkan alat berat yang digunakan sempat rusak dan patah karena tidak mampu menembus bukit kapur yang ada di sana. Padahal biasanya dengan alat berat batuan di kawasan bukit akan gampang dipecah atau diratakan.
Selain Itu di kawasan ini juga terdapat Pura Goa Gong yang banyak dikunjungi pemedek yang juga dikenal penuh nuansa spiritual. Bahkan di sebelah pura atau bawah Jalan tersebut juga terdapat sebuah goa.
“Memang Masyarakat sangat meyakini kalau kawasan tersebut memang angker. Karena terbukti ada Warga yang sudah biasa lewat lokasi juga pernah mengalami kecelakaan,” ujar Sudina.
Terlepas dari Fenomena tersebut, sebenarnya usulan untuk menata atau memindahkan tanjakan Goang Gong sudah lama disampaikan Masyarakat. “Usulan masyatakat itu sudah disampaikan tahun 2019. Karena seringnya terjadi kecelakaan di sana. Seminggu bahkan pernah dua sampai 3 kali kecelakaan. Jadi warga khawatir apalagi yang rumahnya dekat jalan tersebut,” ujar Sudina.
Usulan masyarakat ini juga sudah direspon oleh Pemkab Badung dengan turunnya tim Teknis beberapa kali ke lokasi. Salah satu solusi yang dikaji adalah memindahkan jalan menanjak yang ada saat ini ke sisi timur Pura. “Di areal ini terdapat aliran sungai yang di atasnya bisa dibuatkan semacam jembatan tembus ke kawasan atas yang masuk wilayah Desa Ungasan,” ungkapnya.
Hanya saka usulan warga ini terganjal karena terjadi covid 19, sehingga akhirnya rencana itu belum terealisasi. “Kami harapkan bisa segera ditindaklanjuti agar bisa terwujud,” harapnya. BWN-04


































