Nada Hening Selonding, dari Desa Antiga Lestarikan Budaya Bali

Iklan Home Page

Karangasem, baliwakenews.com

Didorong keinginan yang tak terbendung untuk melestarikan warisan budaya Bali, lahirlah sebuah sekaa (kelompok seni, red) yang kini dikenal luas hingga lintas generasi. Sekaa Selonding Smara Atangi, yang berakar di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, menjadi cahaya di tengah pandemi, sekaligus bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya.

Baca Juga:  Jalin Silaturahmi, Bupati Tabanan Sambut Kedatangan Pangdam IX Udayana

Cikal bakal terbentuknya sekaa ini bermula pada tahun 2021, saat pandemi COVID-19 melanda membatasi aktivitas masyarakat, termasuk siswa yang harus belajar secara daring. Dalam kondisi tersebut, I Gede Sweta Getas, S.Pd., seorang guru Bahasa Bali berprestasi di Denpasar, tergerak hatinya untuk mengisi waktu luang anak-anak desa dengan aktivitas yang produktif.

Baca Juga:  Perempuan Menjadi Kunci Kesuksesan Dalam Pembangunan Berkelanjutan

Tujuannya sederhana namun berdampak besar. “Saya ingin menjauhkan mereka dari ketergantungan terhadap gadget dan mengenalkan seni budaya Bali yang mulai asing di mata generasi muda yakni gamelan Selonding,” ungkap Gede Sweta saat ditemui beberapa waktu lalu.

Meski belum pernah menyentuh gamelan jenis ini sebelumnya, para anggota yang sebagian besar adalah anak-anak sekolah dasar dan remaja, belajar dengan tekun hanya bermodalkan kemauan kuat dan semangat membara. Gamelan Selonding, yang berlaras slendro dan tergolong sebagai gamelan agung atau kuno, menjadi tantangan tersendiri. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR