Mangupura, baliwakenews.com – Jembatan Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, bukan sekadar infrastruktur penghubung antara Badung, Bangli, dan Buleleng. Jembatan ini menyimpan kisah-kisah penuh misteri yang menarik perhatian banyak orang, baik dari kalangan wisatawan, peneliti supranatural, hingga masyarakat setempat.
Dikenal sebagai salah satu jembatan tertinggi di Asia Tenggara, Tukad Bangkung berdiri megah dengan panorama alam yang memukau. Siang hari, pemandangan hijau dari rimbunnya pepohonan serta latar belakang Gunung Catur menjadikannya destinasi yang menarik. Namun, saat malam menjelang, suasana berubah menjadi lebih sunyi dan penuh aura mistis.
Sejak diresmikan, jembatan ini telah menjadi saksi bisu sejumlah peristiwa tragis. Setidaknya, lima kejadian bunuh diri telah tercatat di sini. Banyak yang meyakini bahwa arwah para korban masih bergentayangan di sekitar jembatan, menciptakan atmosfer yang mencekam.
“Saya sudah bertahun-tahun berjualan di sekitar sini. Beberapa kali mendengar cerita pengendara yang melihat sosok perempuan berbaju putih atau bayangan hitam melintas di jembatan,” ujar Bu Nengah, seorang pedagang asongan yang berjualan di sekitar jembatan.
Tidak hanya cerita dari pedagang, pengendara yang melintas pada malam hari juga sering mengaku mengalami kejadian janggal. Suara tangisan lirih, mesin kendaraan mendadak mati tanpa sebab, hingga sensasi ada yang menepuk bahu meski tak ada siapa pun, sering dilaporkan oleh mereka yang pernah melewati jembatan ini di waktu-waktu tertentu.
Menyadari banyaknya kisah mistis yang beredar, masyarakat setempat dan pemerintah daerah tidak tinggal diam. Pada Desember 2021, diadakan upacara Karipubaya Genah Karang Panas sebagai bentuk penyucian jembatan. Ritual ini dipercaya dapat menenangkan arwah-arwah yang masih bergentayangan di sekitar area tersebut.
Namun, meskipun upacara telah dilakukan, cerita-cerita mistis tetap muncul. Beberapa wisatawan bahkan sengaja datang ke jembatan ini bukan hanya untuk menikmati keindahan alamnya, tetapi juga untuk merasakan langsung sensasi mistis yang disebut-sebut masih terasa kuat.
Terlepas dari cerita menyeramkan yang menyelimutinya, Jembatan Tukad Bangkung tetap menjadi daya tarik bagi berbagai kalangan. Siang hari, pedagang lokal ramai menjajakan dagangannya, seperti jagung bakar dan kacang rebus, bagi pengendara yang ingin beristirahat sejenak sembari menikmati keindahan alam.
Bagi para pencinta wisata supranatural, jembatan ini menawarkan pengalaman berbeda. Sejumlah orang bahkan datang dari jauh hanya untuk menguji nyali mereka dengan melintasi jembatan di malam hari.
“Banyak yang penasaran dan ingin merasakan langsung suasana di sini saat malam,” ujar Made, seorang pengendara yang sering melintas di jembatan ini.
Apakah Jembatan Tukad Bangkung benar-benar dihuni oleh makhluk halus, atau hanya sekadar cerita turun-temurun? Yang pasti, jembatan ini tetap menyimpan daya tarik yang sulit diabaikan, baik dari segi keindahan maupun misterinya. BWN-01

































