Merawat Jantung Mobil Masa Depan, Tips Awetkan Baterai Mobil Listrik

Iklan Home Page

baliwakenews.com-Di tengah tren elektrifikasi kendaraan yang semakin meluas, mobil listrik telah menjadi pilihan cerdas masyarakat urban yang peduli lingkungan dan efisiensi. Namun, satu hal yang masih menjadi kekhawatiran para pemiliknya adalah masa pakai baterai yang menjadi sumber tenaga utama kendaraan ini.

Baterai mobil listrik, terutama jenis lithium-ion bukan hanya komponen teknis, tetapi juga jantung kendaraan yang menentukan segalanya yakni performa, jarak tempuh, dan tentu saja biaya perawatan jangka panjang. Meski rata-rata baterai mobil listrik bisa bertahan 10 hingga 15 tahun atau sekitar 200 ribu kilometer, banyak pemilik kendaraan yang tetap waspada. Tidak sedikit dari mereka yang sudah lebih dulu mengadopsi mobil listrik, berbagi pengalamannya soal pentingnya perawatan baterai secara cermat.
Komang Rendi, 34 tahun, seorang desainer grafis asal Gianyar yang menggunakan Air ev sejak 2023, mengaku cukup puas dengan performa mobil listriknya. “Saya jaga banget pengisian dayanya. Biasanya saya charge pas sisa 30 persen, dan stop di 85 persen. Soalnya saya pernah baca itu bisa bikin baterai lebih awet. Sampai sekarang belum pernah ada masalah besar sih, walau kadang charging agak lama kalau pakai colokan biasa di rumah.”ujarnya.

Baca Juga:  Hati-Hati! Aplikasi Berbahaya di Ponsel Bisa Bobol Rekening dan Curi Data Pribadi

Ada sejumlah cara efektif yang bisa diterapkan pengguna mobil listrik agar baterainya tetap sehat dan tahan lama diantaranya Jaga Kapasitas Ideal.Hindari mengisi baterai hingga 100% atau membiarkannya di bawah 20%. Kapasitas ideal berada di antara 20%–80%. Gunakan Sumber Daya Stabil. Pastikan mengisi daya dari sumber listrik yang tidak fluktuatif. Tegangan tak stabil bisa mempercepat kerusakan sel baterai. Turunkan Batas Pengisian Maksimum. Pengaturan pengisian maksimal ke 80%–90% dapat memperlambat degradasi sel baterai. Perhatikan Lokasi Parkir. Hindari parkir di bawah terik matahari terlalu lama. Suhu panas bisa menurunkan efisiensi baterai. Atur Jadwal Pengisian. Pengisian baterai secara teratur sesuai kebutuhan harian lebih disarankan ketimbang menunggu baterai hampir habis. Hindari Gaya Berkendara Agresif. Akselerasi mendadak dan kecepatan tinggi membebani baterai. Mengemudi lebih tenang akan menjaga baterai lebih lama. Charge Meski Tidak Dipakai. Bila mobil tak digunakan dalam waktu lama, pastikan baterai tidak kosong. Minimal isi daya setiap 1–2 minggu agar tetap stabil.

Baca Juga:  Jejak Mistis di Balik Keindahan Gunung Tapak

Sementara Kadek Siska Maharani, seorang ibu rumah tangga di Denpasar yang rutin memakai Ioniq 5 untuk antar-jemput anak sekolah, mengungkapkan alasan dirinya beralih ke mobil listrik. “Awalnya takut soal baterai cepat rusak. Tapi ternyata dengan kebiasaan sederhana kayak atur waktu charging dan gak ngebut di jalan, performanya stabil. Ongkos operasional juga lebih murah,” katanya.

Baca Juga:  Komisi IV DPRD Bali Terima Pengaduan FSPM Bali Terkait Pemecatan Sepihat oleh PT Angkasa Pura Supports

Ia juga menambahkan bahwa kini sudah terbiasa membawa charger portable saat bepergian jauh, dan lebih bijak memilih tempat parkir yang teduh.
Merawat baterai mobil listrik tak hanya soal menghemat biaya penggantian baterai di masa depan, tetapi juga menjaga kenyamanan dan keamanan berkendara. Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik di Indonesia, edukasi seputar cara perawatan menjadi sangat krusial. Dengan mengikuti panduan sederhana di atas, para pemilik mobil listrik bisa memastikan bahwa kendaraan mereka tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga ramah kantong dalam jangka panjang. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR