Melaspas Madya Mandala Pura Agung Desa Adat Legian Terapkan Prokes Ketat, Mepeed Gunakan Mobil

Iklan Home Page

Legian, baliwakenews.com

Desa Adat Legian, Rabu (26/5) melaksanakan Upacara Melaspas Pembangunan Madya Mandala Pura Agung Desa Adat Legian. Acara juga dirangkai Mecaru dan Pasupati Kulkul dan Mepeed Kulkul. Karena pelaksanaan Upacara dalam suasana Pandemi Covid-19 pihak desa adat menerapkan protikol kesehatan secara ketat. Selain mewajibkan mengenakan masker, warga yang terlibat dalam upacara hanya seper enam (1/6) dari jumlah krama Desa Adat Legian secara keseluruhan. Selain itu pelaksanaan Mapeed Kulkul yang biasanya dengan berjalan dan melibatkan seluruh krama kali ini dilaksanakan menggunakan kendaraan dan melibatkan sedikit krama.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan pembukaan secara simbolis papan nama berbahan batu, Pura Agung Desa adat Legian oleh Camat Kuta, Nyoman Rudiarta . Hadir pula dalam acara ini, Sekcam Kuta, Lurah Legian, Kapolsek dan Perwakilan Danramil Kuta serta tokoh masyarakat Desa Adat Legian lainnya. Penyarikan Desa Adat Legian, Wayan Sunadi ditemui di sela-sela Upacara memaparkan, latar belakang pelaksanaan Upcara Melaspas mengingat sudah selesainya pembangunan di Madya Mandala Pura Agung Desa Adat Legian. Dimana peletakan batu pertama sudah dilakukan sebelum adanya covid-19. Meski dalam suasana pandemi covid-19 pembangunan Madya Mandala yang dilakukan secara swadaya tersebut tetap berjalan.

Baca Juga:  TP. PKK Badung dan KADIN Serahkan Bantuan Toilet di Desa Tumbak Bayuh

Selanjutnya sesuai keputusan paruman agung disepakati dilaksanakan Upacara Melaspas dan Mecaru pada Paing Wuku Krulut, Rabu (26/5). Dimana untuk Upacara Melaspas menggunakan bebangkit dan pecaruan dengan tingkatan Wraspati Kalpa. Sedangkan untuk Sulinggih yang muput Upacara tersebut berasal dari Desa Adat Legian, yaitu Ida Rsi Agung Dewa Ngurah Pemecutan dari Griya Lanang Pemogan, Legian. Terkait biaya yang dihabiskan yakni sebesar Rp 2 Miliar dilakukan secara swadaya menggunakan Kas Desa Adat Legian. Sunadi juga menegaskan, tatana upacara melaspas tersebut tetap mengutamakan protokol kesehatan. Dimana warga yang dihadirkan 1/6 dari seluruh krama yang berjumlah 2000 orang. “Jadi krama yang hadir tidak lebih dari 300 orang. Hal ini sejalan dengan dengan aturan pemerintah dimana kesehatan yang utama dan pertama. Di sisi lain tidak meninggalkan dharmaning Agama,” papar Sunadi.

Baca Juga:  Pjs. Bupati Badung Rapat Virtual Dengan Kemendagri

Lebih jauh diungkapkannya, Upacara Melaspas tersebut juga dilengkapi dengan Mepasupati Kulkul. Dimana paginya dilaksanakan Pasupati oleh Ida Sulinggih Rsi Agung dan sorenya dilaksanakan Pasupati Sunia atau Niskala. Karena sesuai dresta yang ada, setiap ada piranti atau sarana yang di Pasupati akan melalui proses upakara banten lainnya secara skala dan niskala atau sunia. Hal ini sebagai bagian melaksankan kewajiban karena masyarakat sangat menjunjung tinggi kelestarian dresta yang ada, sebab beliau yang berstana di desa adat telah memberikan kesehatan, kerahayuan dan kesejahteraan di Desa Adat Legian. “Saya selaku Penyarikan dan Jro Bendesa Adat Legian AA. Mde Mantra selaku pemimpin di desa adat selalu mengikuti drsta kuna dan putusan paruman Desa Adat Legian,” paparnya.

Baca Juga:  Badung Tampilkan Tari Siat Yeh dalam PKB XLIV Tahun 2022

Mengacu pada ptotokol kesehatan, sambung dia Pepeedan yang seharusnya dilakukan dengan berjalan kaki juga dilaksnakan menggunakan kendaraan dengan peserta yang terbatas. “Pepeedan juga diiringi dengan tarian rejang dewa dan Bale ganjur secara minimal,” ujarnya.

Pihaknya berharap dengan dengan pelaksanaan Upacara tersebut krama desa adat Legian senantiasa mendapat Anugerah. Di sisi lain dia juga berharap kepada siapapun dan dimanapun melaksanakan upacara yadnya agar mengikuti arahan pemerintah dengan menerapkan prokes secara ketat. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR