web analytics

Badung Tampilkan Tari Siat Yeh dalam PKB XLIV Tahun 2022

Mangupura, baliwakenews.com

Menjelang pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLIV Tahun 2022, seluruh persiapan dari Pemkab Badung hampir rampung. Lantaran latihan dari pesertta PKB ini telah dilakukan hamper setiap harinya. Begitu juga pawai pembukaan PKB telah dipersiapkan dengan matang. Nantinya Pemkab Badung akan menampilkan Tradisi Siat Yeh dari Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, hingga kni sudah dilakukan persiapan matang dalam meyongsong berlansungnya PKB XLIV. Bahkan latihan dari kontingen yang mewakilipemkab badung pun telah dilakukan hamper setiap hari. Sehingga setiap latihan selalu dilakukan secara maksimal agar seluruh Duta Kabupaten Badung siap pentas. “Rata-rata persiapannya hampir rampung, tinggal memaniskan penampilan. kemudian yang lain-lain, tinggal persiapan blocking tempat, penyesuaian kriteria-kriteria, dan pemilihan kostum,” ujar Sudarwitha Jumat 3 Juni 2022.

Baca Juga:  Longsor di Sempidi, Sebuah Mobil Ringsek

Dalam Pembukaan PKB, Sudarwitha menerangkan, akan diikuti sesuai dengan arahan Gubernur Bali. Nantinya dalam pawai pembukaan Pemkab Badung akan menampilkan tradisi Siat Yeh yang dimiliki oleh Banjar Teba, Desa Adat Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan. “Pawai ini akan dilaksanakan sesuai dengan waktu dan biaya yang bisa dimohonkan. Sehingga dengan materi yang kami miliki akan diikuti peserta sebanyak 80 orang,” terangnya.

Baca Juga:  Jaga Sumber Mata Air, Giri Prasta Ajak Warga Menanam Pohon

Menurutnya, dalam penampilan Siat Yeh nantinya akan diiringi dengan tabuh bale ganjur. Namun penapilannya akan dibatasi mengingat waktu pelaksanaan pawai yang terbatas. “Jadi akan diperagakan (Tradisi Siat Yeh) tetapi akan dibatasi. Tidak sampai membentuk formasi sedemikian rupa karena waktu dari Bapak Presiden sangat terbatas,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, dalam PKB XLIV Tahun 2022 Pemkab Badung akan mengikuti 14 materi. Dimana 13 materi dibiayai oleh Pemkab Badung sendiri dan sisanya dibiayai oleh Provinsi Bali. “Untuk gong Kebyar kami mengambil tema Pasir Ukir. Jadi pasri itu artinya pesisir atau laut, sedangkan ukir itu berasal dari kata wukir yang artinya bukit. Artinya pemuliaan air itu dimulai dari laut menuju gunung dan kembali lagi ke laut sesua dengan siklus air. Sehingga nantinya disesuaikan dengan tabuh-tabuh di gong kebyar,” pungkasnya. BWN-05

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

- Advertisment -
%d blogger menyukai ini: