Jimbaran, baliwakemews.com
Masyarakat Badung dan bahkan Bali sangat berharap dan menunggu-nunggu dibukanya pariwisata internasional Juni-Juli yang digadang-gadang pemerintah. Namun demikan Badung yang selama ini sangat bergantung akan sektor pariwisata ini mesti tidak terlena dan harus mencari dan menyiapkan inovasi lain. Hal ini sebagai antisipasiasi jika rencana ini tidak berjalan sesuai yang diharapkan. “Pemkab harus punya plan B, agar ekonomi masyarakat tetap berjalan jikalau pembukaan pariwisata internasional yang diharapkan tidak berjalan sesuai harapan,” tegas salah seorang Tokoh Masyarakat Jimbaran, Made Subagiada, Minggu (18/4).
Kelian Adat Banjar Ubung, Jimbaran ini menyarankan pemerintah harus menyiapkan planing lain sehingga ada langkah yang siap dilakukan jika pembukaan ditunda atau tidak jadi dilakukan. Langkah cadangan ini harus disosialisaikan ke masyarakat sehingga mendapat dukungan secara maksimal. “Jadi apa inovasi atau langkah yang akan diambil jika pariwisata ini masih seperti ini dalam beberapa tahun ke depan. Ini kan harus sudah dipikirkan dan disampaikan ke masyarakat,” saran dosen salah satu perguruan tinggi di Denpasar tersebut. Di bagian lain, pria yang akrab disapa Kak Dangin ini menyampaikan apresiasi langkah Pemkab Badung dan Propinsi Bali yang terus gencar melakukan vaksinasi kepada masyarakat penyangga zona hijau Nusa Dua dan juga di luar zona hijau. “Sebagai masyarakat tentu saya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Badung yang telah memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi ini,” pujinya.
Namun yang juga perlu dirancang langkah setelah proses vaksinasi berjalan “Intinha saya harap pemerintah jangan terlena dengan rencana pembukaan pariwisata internasional. Ini harus diantisipasi, jangan sampai masyarakat yang sudah sangat mengharapkan pariwisata pulih nantinya merasa mendapat PHP,” bebenya.
Dia mendorong pemerintah untuk menyiapkan dan mempunyai program cadangan yang seyogyanya dilakukan, apabila rencana pembukaan pariwisata internasional itu tidak sesuai yang diharapkan. Khususnya terkait bagaimana langkah pemerintah daerah, dalam menyikapi kondisi masyarakat yang masih menitik beratkan pariwisata sebagai sektor penghidupan utama mereka. Karena itu diperlukan suatu pemikiran yang komperhansif, infovatif, dalam menyusun program yang bisa memberikan multiplayer efek kepada masyarakat. BWN-04

































