Tabanan, baliwakenews.com
Sejumlah pemuda asal Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) membuat keributan dengan membawa senjata tajam di salah satu warung penjual arak di BTN Griya Multi Jadi Ekslusif, Banjar Jadi Desa, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Selasa (8/8), sekitar pukul 23.30. Polisi mengamankan satu orang, Agustinus Oja Wolu (29). Sedangkan beberapa orang lainnya kabur.
Kapolsek Kediri Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti mengatakan, setelah menerima laporan adanya orang mabuk dan membuat keributan, anggotanya mendatangi lokasi. “Peristiwa itu dilaporkan oleh Kapala Lingkungan Banjar Jadi Desa, Putu Gede Tampan Sujadi. Dalam laporannya, sejumlah pemuda asal NTT membuat keributan di Warung Singaraja-Rajasinga DC (penjual arak),” katanya, Rabu (9/8).
Kemudian seorang pemuda yang mabuk berhasil diamankan. Dia adalah Agustinus Oja Wolu, sedangkan Dominggus Kaka dan tiga lainnya kabur.
Menurut Sri Subakti, awalnya para pemuda itu minum arak di warung Singaraja- Rajasinga DC. “Mereka membeli dua botol arak. Kemudian mereka mabuk dan membuat keributan,” ucapnya.
Mereka lantas ditegur oleh pemilik warung agar tidak ribut di warung. Dan mereka disuruh pulang. “Para pemuda itu tersinggung dan pulang ke kos tak jauh dari lokasi untuk mengambil pisau. Mereka kembali ke warung membuat keributan,” beber Sri Subakti.
Warga sekitar lantas datang melerai keributan itu. Para pemuda itu kembali ke kosnya. Dan Kepala Lingkungan Banjar Jadi Desa, melapor ke Polsek Kediri. “Berdasarkan koordinasi dengan pihak Banjar Jadi, para pemuda sudah dimaafkan. Dan para pemuda itu berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” tegasnya. BWN-01

































