Tabanan, baliwakenews.com – Asap tebal membubung dari sebuah rumah di Banjar Angseri, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Rabu (8/10) pagi. Rumah milik seorang petani lanjut usia, I Wayan Suardana (74), hangus dilalap api ketika sang pemilik tengah menghadiri upacara kremasi di desa tetangga.
Kebakaran itu bermula sekitar pukul 08.30. Dua sepupu korban, I Wayan Wenten dan Ni Nyoman Nesri, yang sedang berada di sekitar lokasi, mendengar ledakan kecil dari arah rumah. Sekilas mereka tak menaruh curiga, hingga bau hangus dan lidah api mulai terlihat dari kamar korban.
“Saat dilihat, api sudah membesar. Warga langsung berhamburan membantu memadamkan,” tutur Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata.
Kebetulan, di lingkungan itu sedang berlangsung acara pernikahan. Warga yang sedang berkumpul pun bahu membahu memadamkan api dengan alat seadanya, sebelum dua unit mobil pemadam kebakaran tiba sekitar pukul 09.30. Api baru benar-benar padam setengah jam kemudian.
Dari hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar korban. Kabel roll yang tersambung ke stop kontak masih terpasang pada televisi. “Korban berangkat sekitar pukul 06.30 dan lupa mencabut colokan,” jelas Berata.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun seluruh isi rumah ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp300 juta. Meski kehilangan rumah dan harta bendanya, Suardana menerima peristiwa itu sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan di hadapan polisi. BWN-01

































