Mandalika, baliwakenews.com
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika kian menunjukkan daya tarik kuat sebagai destinasi investasi berbasis pariwisata dan sportstainment. Didukung lonjakan kunjungan wisatawan dan maraknya event internasional, kawasan ini kini menjadi salah satu magnet baru bagi investor yang membidik peluang pertumbuhan jangka panjang.
Sepanjang tahun 2025, KEK Mandalika mencatat lebih dari 1,4 juta kunjungan wisatawan dengan tingkat okupansi rata-rata sekitar 55%. Bahkan, saat gelaran event internasional seperti MotoGP, tingkat hunian melonjak drastis hingga 90%–100%. Angka ini menjadi indikator kuat tingginya demand pasar terhadap kawasan tersebut.
Keberadaan Sirkuit Mandalika sebagai pusat sport tourism menjadi katalis utama. Berbagai ajang internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship (ARRC) terus memperkuat positioning Mandalika sebagai destinasi sportstainment kelas dunia, sekaligus mendorong efek berganda bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di sekitarnya.
Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, menegaskan bahwa tingginya aktivitas dan permintaan pasar menjadi faktor kunci yang memberikan kepercayaan bagi investor.
“Kami melihat demand di KEK Mandalika terus tumbuh signifikan, didorong oleh event internasional dan peningkatan kunjungan wisatawan. Ini menciptakan peluang investasi yang menjanjikan dengan potensi return yang kompetitif,” ujarnya.
Selain potensi pasar yang kuat, KEK Mandalika juga didukung berbagai insentif fiskal seperti tax holiday, tax allowance, serta pembebasan PPN dan bea masuk. Kemudahan ini diperkuat dengan layanan perizinan terpadu, kepastian hukum, serta hak atas tanah jangka panjang yang bankable hingga 80 tahun.
Dari sisi pengembangan, kawasan ini telah dirancang melalui masterplan terintegrasi yang mencakup sejumlah zona unggulan seperti Circuit District, Kuta District, hingga kawasan lifestyle dan leisure. Beberapa peluang investasi strategis terbuka di antaranya Golf Resort Community seluas 298 hektar, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektar, serta Eastern Adventure District sekitar 164 hektar.
Tidak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, KEK Mandalika juga mengedepankan konsep pembangunan berkelanjutan dengan alokasi ruang terbuka hijau mencapai 30%, termasuk kawasan mangrove seluas 45 hektar.
Dengan kombinasi permintaan pasar yang kuat, dukungan event global, serta kemudahan investasi yang kompetitif, KEK Mandalika semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi unggulan bagi investor yang ingin menangkap peluang di sektor pariwisata dan sportstainment Indonesia. BWN-04


































