Kuta, baliwakenews.com
Bali saat ini hingga Februari mendatang berada di puncak musim hujan. Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor-faktor lain yg mendukung penambahan curah hujan. Seperti La Nina, gelombang Rossby, belokan angin dan konvergensi serta juga suhu muka laut yg mendukung pembentukan awan hujan. Hal inilah yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang harus diwaspadai oleh masyarakat dan pemangku kepentingan. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar, Iman Fatchurochman, Kamis (28/1).
Iman mengingatkan selain banjir dan longsor yang juga perlu diwaspadai adalah potensi terjadinya gelombang tinggi hingga 3 Meter di Laut Utara Bali. Saat ini sambung dia hampir seluruh wilayah Indonesia masuk musim hujan. Bali sendiri saat ini hingga Februari mendatang berada di puncak musim hujan. “Bersamaan dengan itu ada beberapa faktor-faktor lain yg mendukung penambahan curah hujan. Seperti La Nina, gelombang Rossby, belokan angin dan konvergensi serta juga suhu muka laut yg mendukung pembentukan awan hujan. Hal inilah yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang harus diwaspadai oleh masyarakat dan pemangku kepentingan,” sarannya sembari mengungkapkam pihaknya di BMKG saat ini terus menjalin koordinasi dengan pihak BPBD, BASARNAS, Media dan juga pimpinan daerah untuk mendiseminasikan dan sosialisasi informasi potensi cuaca ekstrem ke depan.
Dia berharap semua dapat lebih waspada dalam mengantisipasi kejadian bencana terutama akibat cuaca ekstrem. “Saat ini Peluang curah hujan tinggi ada di Bali bagian Utara, tengah dan selatan,” imbuhnya.
Selain itu dalam 3 hari ke depan gelombang laut bagian Utara Bali diprakirakan juga cukup tinggi yakni dapat mencapai 3 meter “Kami imbau masyarakat untuk terus memantau lingkungan sekitar dan mengantisipasi potensi bencana sperti banjir, longsor dan angin kencang. Terus memonitor dan update informasi dari BMKG,” pintanya. BWN-04

































