Kasus Penyerangan Warga di Deli Serdang, Kodam Pastikan Akan Usut Tuntas

Iklan Home Page

Medan, baliwakenews.com

Kodam I/Bukit Barisan memastikan akan mengusut tuntas kasus penyerangan oleh 33 prajurit TNI AD terhadap warga sipil di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Penegasan ini disampaikan Kepala Penerangan Kodam I/BB, Kolonel Infanteri Dody Yudha, yang menyatakan penyelidikan dilakukan dengan berlandaskan prinsip hukum.

“Pangdam I/Bukit Barisan memastikan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh terhadap prajurit yang diduga terlibat,” ujar Dody, dilansir dari CNN Indonesia, Senin (11/11).

Peristiwa penyerangan ini menelan korban jiwa seorang warga sipil, sedangkan belasan lainnya mengalami luka-luka. Dody menyampaikan bahwa Kodam I/Bukit Barisan akan menanggung biaya perawatan bagi para korban hingga mereka pulih sepenuhnya.

Baca Juga:  Gubernur Koster Teken MoU Strategis dengan Menteri Imipas, Pengawasan WNA di Bali Bakal Diperketat

“Seluruh korban yang kini dirawat di RS Sembiring, Delitua, akan segera dipindahkan ke RS Putri Hijau untuk mendapatkan perawatan yang lebih optimal,” jelasnya.

Menurut hasil pemeriksaan awal oleh Polisi Militer Kodam (Pomdam) I Bukit Barisan, sekitar 33 prajurit TNI AD terindikasi terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Dody tidak menutup kemungkinan jumlah prajurit yang terlibat bisa bertambah seiring penyelidikan yang berjalan.

Baca Juga:  Kesal Usai Dimaki, Lempog Mengaku Kesurupan Saat Habisi Teman Minum

“Sebanyak 33 prajurit TNI yang telah teridentifikasi sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut oleh Pomdam. Jumlah ini bisa saja bertambah,” ungkap Dody.

Kodam I Bukit Barisan juga menyelidiki motif di balik penyerangan tersebut. Dody menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya mencegah peristiwa serupa terulang. Sebagai langkah antisipasi, Kodam telah menggelar mediasi dengan perwakilan keluarga korban guna meredakan ketegangan.

“Mediasi ini diharapkan dapat memastikan bahwa tidak akan ada aksi susulan setelah insiden ini,” katanya.

Baca Juga:  AHM Berbagi Paket Sembako Ramadhan untuk Masyarakat

Diketahui, peristiwa kekerasan yang terjadi pada Jumat, 8 November 2024 sekitar pukul 23.00 WIB di Desa Cinta Adil, Kecamatan Sibiru-Biru, diduga dipicu oleh saling ejek antara pihak yang terlibat. Akibatnya, seorang warga bernama Raden Barus meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka. Penyerangan tersebut juga menyebabkan trauma di kalangan warga. BWN-01

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR