Karena Ini, Nelayan Kedonganan Paceklik Ikan

Iklan Home Page

Kedonganan, baliwakenews.com

Musim angin barat dengan cuaca yang tidak menentu membuat nelayan Kedonganan susah melaut. Akibatnya mereka paceklik ikan padahal permintaan ikan di pasar Kedonganan lagi meningkat. Untuk memenuhi pasokan ikan masyarakat terpaksa didatangkan dari luar Bali. Hal itu diungkapkan Pengelola Pasar Ikan Kedonganan I Wayan Suerta, Senin (22/11).

Menurut Suerta saat ini permintaan ikan di pasar Kedonganan mencapai 2-3 ton perhari. Peningkatan ini jauh dari kebutuhan saat PPKM Level 4 yang hanya mencapai 1 ton. Namun peningkatan ini masih di bawah dari saat kondisi normal dimana konsumsi ikan di pasar mencapai 5-10 ton perhari. “Sayangnya akibat musim angin barat dengan cuaca yang buruk membuat tangkapan ikan nelayan Kedonganan menjadi tidak maksimal dan turun tajam,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri Karya Pedudusan Alit Pura Dalem Babadan Petilik, Wayan Suyasa Mapunia Rp 15 Juta

Bagaimana caranya memenuhi kebutuhan ikan masyarakat dalam kondisi ini? Ditanya demikian pria yang akrab disapa Tenja in memaparkan, untuk memenuhi kebutuhan ikan masyarakat pihaknya mensuplai ikan dari luar Bali. “Suplai ikan dari hasil tangkap nelayan memang menurun karena berkurangnya aktivitas nelayan untuk melaut. Karena kondisi musim angin barat yang membuat cuaca menjadi tidak menentu,” ungkapnya.

Padahal permintaan ikan di pasar ikan terus meningkat seiring turunya level PPKM di Pulau Bali. “Sekarang permintaan ikan konsumen memang meningkat. Tapi hasil tangkapan menurun. Jadi saat ini mayoritas suplai ikan kita andalkan dari suplai luar,” akunya sembari mengungkapkan kondisi paceklik ikan tangkapan dari laut ini biasanya berlangsung hingga 6 bulan ke depan. Yakni hingga Maret dan April 2022.
“Puncak paceklik ikan tangkapan itu biasanya terjadi pada bulan Desember hingga Februari, yaitu berbarengan dengan puncak musim sampah kiriman,” ujarnya.

Baca Juga:  Sopir Traktor Langka, Petani Dilatih Menjadi Operator Alsintan  

“Jika situasinya normal, suplai ikan tangkapan dari laut sekitar 80 persen dan 20 persen suplai dari luar. Bahkan ikan hasil tangkapan itu bisa dikirim ke luar hingga menembus ekspor,” jelasnya.

Baca Juga:  Ubah Pola Pikir Warga, Ungasan Bentuk Satgas Pemilahan Sampah dari Sumber

Berkurangnya ikan hasil tangkapan laut di Kedonganan sambung dia juga berpengaruh terhadap harga ikan di pasar. “Kenaikan harga ikan saat ini sekitar 10-20 persen dari harga ikan pada umumnya,” imbuhnya.

Meningkatnya kebutuhan ikan ini juga dipengaruhi oleh operasional kafe ikan bakar di Kedonganan, yang banyak menyerap ikan dari pasar. Dimana dari 24 kafe di Kedonganan, saat ini ada 8-9 kafe yang beroperasi kembali. Sedangkan pedagang yang sudah beroperasi baru 70-80 persen. BWN-04

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR