Pecatu, baliwakenews.com
Dari hasil pleno KPU Badung, di Dapil Kuta Selatan caleg termuda dari Kuta Selatan, yakni I Made Tomy Martana Putra (32 tahun) akhirnya lolos menduduki Kursi DPRD Badung dengan perolehan suara 3.525. Tokoh muda Desa Pecatu ini berhasil menyingkirkan Incumbent Ni Ketut Suweni caleg Partai Golkar dari Desa Ungasan. Suweni hanya memperoleh 2.039 suar.
Tomy yang juga caleg Partai Golkar Badung ini mengucapkan terimakasih kepada para pendukung serta sejumlah pihak yang telah ikut membantu dalam meloloskan dirinya ke kursi legislatif, termasuk caleg-Caleg Golkar di Kuta Selatan yang mampu meningkatkan kursi Partai Golkar.
“Saya yang juga selaku Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Kuta Selatan, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya. Saya juga merasa sangat terharu terhadap apa yang telah dicapai ini dengan tim kami. bahkan saya sempat diremehkan dan sempat diisukan tidak lolos dan tidak jadi anggota DPRD Badung. Namun saat ini saya buktikan dan dengan support orang tua serta keluarga besar sert restu Ida Sang Hyang Widi Wasa kami akhirnya bisa lolos,”ujanya.
Sementara perwakilan keluarga Made Tomy Martana Putra, I Made Sutama mengatakan, Ketua DPD Golkar telah memerikan kepercayaan kepada Tomy sebagai calon legislatif dari Dapil Kuta Selatan. “Inilah awal suksesnya Tomy Martana Putra, walaupun ia mempunyai massa segudang sampai puluhan ribu, kalau tidak dicalonkan oleh Ketua DPD Golkar tidak mungkin Tomy bisa menjadi seorang anggota DPRD Badung. Sudah selayaknya Tomy dan saya secara sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada ketua DPD Golkar Badung bapak Wayan Suyasa yang telah memberikan kepercayaan anak kami Tomy,”terangnya.
Wakil Ketua DPRD Badung yang juga Ketua DPD Partai Golkar Badung, I Wayan Suyasa mengatakan, semua ini berkat kerjasama dan kerja keras bersama. Pada Prinsipnya tujuannya sebagai ketua partai ingin memotivasi Tomy dan menaruh dia sebagai Pimpinan Kecamatan Partai Golkar di Kuta Selatan.
“Pecatu ini gudangnya tokoh-tokoh Badung. Artinya apa, saya melihat ketokohan-ketokohan itu, kenapa kita Partai Golkar tidak bisa memberikan reward terhadap ketokohan tersebut. Untuk itu saya memilih Tomy sebagai PK Partai Golkar Kuta Selatan. Dan kami juga memberikan motivasi Tomy untuk terus bekerja ditengah masyarakat dan menjadikan diri lolos dalam Pemilu 2024 ini serta jadikan dirimu wakil rakyat. Maka, dengan kerja keras dan tidak terlepas dari orang tuanya Tomy yang sangat mensupport, akhirnya ia bisa melaju menjadi DPRD Badung,“ujarnya saat menghadiri undangan ramah tamah tokoh Muda Kuta Selatan, Made Tomy Martana Putra Minggu (3/3).
Lebih lanjut Suyasa mengingatkan, bahwa menjadi anggota DPRD badung bukan untuk menjadi kaya, tapi itu jabatan yang mulia, tapi justru membuat kita miskin. “Wakil rakyat adalah representatif rakyat, kalau bicara gaji boleh dilihat. namun kenapa banyak orang yang ingin menjadi wakil rakyat, karena beliau ingin harga diri, performa yang harus dijaga melalui jabatan yang terhormat,”paparnya.
Politisi yang digadang-gadang menjadi Calon Bupati Badung Tahun 2024 ini juga bernostalgia dengan DImasa kehidupannya yang saat itu sangat melarat dan tidak membayangkan Ia bisa menjadi seorang wakil rakyat dan menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD Badung.
“Memang terharu dengan bagaimana capaian yang kita raih, kalau Tomy terharu masih bisa bicara di harapan pendukung, tapi saya terharu di banjar saya sendiri tidak bisa berbicara, kebanyakan menangis tidak bisa bicara. Kalau Tomy ini anak muda berbakat, tapi O terakhirnya itu ada, yakni ada ongkosnya. Pengelingsirnya siap mensupport anaknya. kalau sendiri tidak seperti beliau, saya tidak punya apa-apa. Saya melarat dari kecil, hanya besar keinginan saja. Saya ini dari kecil di desa memang tidak ada apa-apa. Sampai saya pergi dan bersekolah di Buleleng karena saya tidak punya apa-apa di desa. Orang tua saya tidak bisa menyekolahkan saya dulu dan saya diajak oleh bibi saya di Buleleng dan bersekolah disana,”paparnya.
Setelah itu, pihaknya bekerja di hotel di Tanjung Benoa. karena jengah serta restu Tuhan Yang Maha Esa serta jalan karma sehingga jalan dan keberadaan saat ini sangat jauh sekali dengan yang dulu.”Saya harapkan Tomy harus bersyukur kepada semua dan para pendukung,”terangnya. BWN-05

































