Fokus Penanganan Covid-19, Badung Anggarkan Rp 311 Miliar

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com

Perubahan APBD Badung tahun 2021 kembali digodok oleh Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Badung di Gedung DPRD Badung, Selasa 24 Agustus 2021. Dalam rapat terbatas tersebut, anggaran Perubahan APBD 2021 disepakati diprioritaskan untuk penanganan Covid-19.

Rapat dipimpin langsung Ketua DPRD Badung Putu Parwata dengan dihadiri anggota Banggar seperti Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata, kemudian anggota anggota dewan Made Ponda Wirawan dan Rara Hita Sukma Dewi. Sementara TAPD dipimpin langsung oleh Sekda Badung Wayan Adi Arnawa dan jajarannya.

Ditemui usai rapat Ketut DPRD Badung Putu Parwata menyatakan bahwa berdasarkan hasil rapat Banggar dan TAPD dan sesuai instruksi Gubernur Bali Pemerintahan Badung harus fokus penanganan Covid-19. Dan pada APBD 2021 penanganan Cpvid-19 ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 311 miliar.“Sesuai instruksi Gubernur Bali bahwa Pemerintahan Badung harus fokus penanganan Covid-19 dan pada APBD 2021 telah dianggarkan Rp 311 miliar,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Giri Prasta Turun Langsung Meninjau Banjir di Areal Tukad Mati Legian

Lebih lanjut dikatakan bahwa penanganan Covid-19 salah satunya yang akan dilakukan adalah dengan menyiapkan bed untuk sentral isolasi. Total sebesar Rp 33 miliar dialokasikan untuk perbaikan gedung D RSD Mangusada yang akan digunakan untuk menampung pasien Covid-19. “Harapanya tidak ada masalah lagi dengan penanganan covid. Yang lain-lain seperti belanja pegawai, belanja barang dan jasa itu disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Parwata.

Banggar juga memberikan sejumlah masukan untuk memaksimalkan pendapatan daerah. Yakni dengan melakukan penyesuaian BPHTB, kemudian dari tower supaya diselaraskan agar tidak bertentangan dengan UU termasuk tower rooftopnya. Selain itu masalah penyelesaian Perda Tata Ruang. Pihaknya menargetkan Perda Tata Ruang ini bisa rampung di bulan November sehingga tahun 2022 investasi sudah bisa masuk ke Badung.“Untuk Tata Ruang ini target kami November sudah selesai, sehingga tahun 2022 investasi sudah normal,” jelasnya.

Baca Juga:  Wabup Ketut Suiasa Terima Audiensi Finalis Jegeg Bagus Badung  

Sementara Sekda Adi Arnawa juga mengaku akan mendengarkan saran dan usul dewan dengan mengoptimalkan pendapatan. Pasalnya, ditengah pandemi ini diakui ada penurunan pendapatan yang cukup tajam dari sektor pariwisata, sehingga pihaknya harus menggali potensi lain sebagai pundi-pundi keuangan Badung.“Pandemi Covid-19 membuat penurunan pendapatan cukup tajam dari pariwisata, makanya kami harus melakukan diversifikasi pajak. Salah satunya terkait retrebusi perpanjangan Imta. Kemudian perubahan nomenklatur terkait IMB menjadi persetujuan bangunan gedung. ini semua potensi peningkatan pendapatan,” ujarnya.

Baca Juga:  Saat Bali Dikepung PHK, Wakil Rakyat Lebih Sibuk Mengatur "Ayam" Ketimbang Mengurus Nasib Rakyat

Selain itu, usulan yang begitu gencar dari dewan adalah kebijakan untuk menurunkan NJOP. “NJOP saat ini merajai pendapatan melebihi PHR. Jadi, ada usulan untuk menurunkan NJOP. Ini kami juga sepakat, agar proes jual beli tanah tidak digantung yang merugikan pemerintah,” kata Adi Arnawa sembari menambahkan bahwa pada APBD Perubahan 2021 pihaknya memasang target pendapatan daerah sebesar Rp 1,9 miliar. BWN-05

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR