Fix Lomba Ditiadakan, Ogoh-ogoh Masih bisa Diarak di Tiap Desa

Iklan Home Page

Singaraja, baliwakenews.com

Tahun Baru Caka 1946 ini, Pemerintah Provinsi Bali memastikan tidak akan menggelar lomba ogoh-ogoh. Meski lomba ditiadakan, para Yowana masih tetap bisa membuat ogoh-ogoh untuk melestarikan adat dan tradisi yang sudah ada sejak dahulu.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng I Nyoman Wisandika membenarkan isu yang berkembang dimasyarakat setelah pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, bahwasannya pada perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1946 ini tidak digelar lomba ogoh-ogoh di semua Kabupaten/Kota se-Bali. Hal ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang rutin mengadakan lomba ogoh-ogoh tingkat kecamatan, kabupaten, hingga provinsi.

Baca Juga:  Korupsi Hingga Rp 1,6 Miliar, Mantan Ketua LPD Hanya Divonis Lima Tahun Penjara

“Fix ditahun ini lomba ogoh-ogoh ditiadakan di semua kabupaten/kota se-Bali. Itu sudah keputusan dari Dinas Kebudayaan Provinsi Bali,” ucapnya saat ditemui diruang kerjanya.

Berkaca dari lomba ogoh-ogoh yang sebelumya digelar, Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng hanya sebagai fasilitator lomba saja, karena dari segi pendanaan lomba hingga hadiah lomba ditanggung oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Baca Juga:  Jadi Wahana Kreatifitas Tingkatkan Kecintaan Pada Sastra, Sekda Alit Wiradana Apresiasi Lomba Baca Puisi SD se-Bali

Wisandika mengakui, masalah anggaran merupakan alasan lomba ogoh-ogoh pada perayaan Nyepi tahun ini tidak dilaksanakan. “Ditahun ini ditiadakan dulu, selain itu juga berdekatan dengan Pemilu. Semoga ditahun 2025 bisa di gelar kembali,” sambungnya.

Meski demikian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Majelis Desa Adat di masing-masing kecamatan atau desa untuk pembuatan ogoh-ogoh masih bisa dilaksanakan dengan harapan dalam pelaksanaanya pawai pengarakan ogoh-ogoh bisa digelar dengan menjaga ketertiban dan kelancaran daerah masing-masing.

Baca Juga:  Polres Buleleng Gencar Sidak Distributor, Stock Minyak Goreng Masih Tersedia

“Karena ogoh-ogoh merupakan tradisi menjelang Nyepi yang juga merupakan kreativitas para Yohana. Jadi, silakan berkreativitas dan jaga ketertiban. Pengarakannyapun juga hanya sebatas wewidangan desa saja,” pungkasnya. BWN-03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR