Mangupura, baliwakenews.com
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca di Bali dalam sepekan ke depan masih cukup dinamis. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat diprediksi masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk kawasan destinasi wisata dan jalur wisata bahari di Bali.
Prakirawan BMKG Wilayah III, Wayan Wirata menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi tingginya kandungan uap air di atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Selain itu, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 3 dan aktif di sekitar Bali turut meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif penyebab hujan.
“Faktor suhu muka laut di sekitar Bali yang relatif hangat juga ikut menambah suplai uap air ke atmosfer,” jelasnya.
Dalam Prospek Cuaca Mingguan Bali periode 14–20 Mei 2026, BMKG menyebut cuaca umumnya cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat yang terjadi secara tidak merata di berbagai wilayah.
Suhu udara di Bali diperkirakan berkisar antara 21–33 derajat Celsius dengan kelembaban udara mencapai 60–95 persen. Sementara angin umumnya bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 5–40 kilometer per jam.
Kondisi cuaca ini juga berdampak pada aktivitas wisata bahari. BMKG mengingatkan wisatawan, operator wisata laut, hingga nelayan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali.
Gelombang laut di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan hingga Perairan Selatan Bali diperkirakan dapat mencapai 2 hingga 4 meter.
Menurut Wayan Wirata, kawasan perairan selatan Bali yang menjadi jalur aktivitas wisata laut perlu mendapat perhatian khusus karena cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pada periode 15–17 Mei 2026, cuaca diperkirakan cerah berawan hingga berawan dengan potensi hujan ringan hingga lebat secara tidak merata. Kondisi serupa diprediksi masih berlanjut pada 18–20 Mei 2026.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan yang dapat disertai petir atau kilat serta angin kencang berdurasi singkat di sebagian besar wilayah Bali.
“Masyarakat umum, nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari agar mewaspadai tinggi gelombang yang dapat mencapai dua meter atau lebih di Selat Badung, Selat Bali bagian selatan, Selat Lombok bagian selatan dan Perairan Selatan Bali,” ujarnya.
Di tengah cuaca yang tidak menentu, wisatawan dan masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan serta menggunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan. Sementara sektor pertanian diminta mulai menyiapkan penampungan air sebagai antisipasi menghadapi musim kemarau mendatang. BWN-05


































