Fakultas Pertanian Unwar, Bantu Peternak Babi Bangkit Pasca ASF

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Pasca serangan virus African Swine and Fever (ASF) awal 2020 lalu, yang mengakibatkan ribuan ternak babi mati di Bali Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa mengedukasi peternak di Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Kegiatan untuk membangkitkan kembali peternakan babi, sehingga peternak tidak hanya mengandalkan hasil dari daging babi namun juga memanfaatkan limbah sebagai pupuk.

Dosen Fakultas Pertanian Unwar, Ir. Ketut Agung Sudewa, M.Si, mengatakan peternak di Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan di hantui oleh serangan Virus ASF yang menyerang sebagian besar Babi peliharaan para warga. ” Banyak warga yang mengalami kerugian, waktu itu. Melihat kondisi tersebut, kami bersama Pemerintah Desa Kukuh berupaya mengedukasi peternak tentang cara perawatan dan budidaya ternak babi yang baik dan benar,” ucapnya, saat di temui di kampus Unwar, Denpasar.

Baca Juga:  Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si, Apresiasi Program Ketahanan Pangan, Momentum Memajukan Pertanian

Kegiatan yang dikemas dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tematik yang di danai dari Hibah Institusi Universitas Warmadewa Tahun 2020 melibatkan 20 orang perwakilan PKK Desa Kukuh. “Dalam kegiatan ini kami transfer pengetahuan dasar tentang budidaya ternak babi hingga tips pencegahan serangan penyakit-penyakit yang dapat menyerang ternak babi,” ucap Ir. Ketut Agung Sudewa, M.Si., bersama tim PKM lainnya Ir. Yan Tonga, M.P, dan Ir. I Gede Sutapa, M.P.

Baca Juga:  Rusak, Prodi Jawa Kuno Unud Selamatkan Sekotak Lontar Masyarakat

Pihaknya juga melatih para peserta yang terdiri dari PKK perwakilan dari masing-masing Dusun yang ada di Desa Kukuh cara mengolah kotoran ternak babi dan sampah berbasis sumber menjadi pupuk organik yang akan dimanfaatkan untuk tanaman organik di polybag.

“Karena tujuan utama dari PKM ini adalah penanganan dan pengolahan limbah ternak dan sampah berbasis sumber menjadi pupuk organik. Dengan demikian limbah babi yang selama ini cukup mengganggu lingkungan karena baunya yang tajam, dapat diolah dan tidak terbuang,” tukasnya.

Perbekel Desa Kukuh Kecamatan Kerambitan, I Nyoman Widhi Adnyana, S.Kom.,M.Pd., menyampaikan ucapan terimakasih kepada tim PKM Universitas Warmadewa yang telah ikut serta membangun Desa Kukuh yang juga merupakan salah satu misi Perbekel Desa Kukuh yaitu melakukan kerjasama dengan Akademisi dan Pihak Eksternal lainnya dalam rangka percepatan pembangunan disegala sektor di Desa Kukuh.

Baca Juga:  BBMKG Ingatkan Fase Purnama, Warga Pesisir Bali Diminta Atur Aktivitas Laut

Kegiatan akan berlangsung hingga September 2020 mendatang. “Perwakilan PKK ini akan kami latih mulai dari beternak babi, pemanfaatan limbahnya dan sumber lain sebagai pupuk/media tumbuh organik untuk penanaman sayuran di polybag,” pungkas Sudewa.*BWN- 03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR