Kita,baliwakenews.com
Euforia pergantian tahun baru di pesisir Badung kembali menyisakan pekerjaan rumah bagi lingkungan. Dalam semalam, sebanyak 3,5 ton sampah kembang api terkumpul di kawasan Pantai Seminyak, Legian, dan Kuta (Samigita), sampah yang hingga kini belum dapat diolah kembali.
Sejak pukul 06.00 Wita, Kamis (1/1), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung telah menerjunkan tim untuk membersihkan pantai-pantai tersebut. Dengan volume yang hampir merata di tiap lokasi, Pantai Legian menjadi penyumbang sampah terbesar.
“Kami mengumpulkan sekitar 1 ton di Pantai Kuta, 1,5 ton di Pantai Legian, dan 1 ton di Pantai Seminyak,” ujar Kabid Pengelolaan Kebersihan dan Limbah B3 DLHK Badung, Anak Agung Gede Agung Dalem, saat dikonfirmasi.
Pembersihan dilakukan secara manual oleh 125 petugas lapangan, dibantu berbagai alat berat untuk mempercepat proses. DLHK mengerahkan tujuh unit loader, dua beach cleaner, dua crawler carrier, tiga ekskavator, serta 10 truk pengangkut sampah.
Menurut Agung Dalem, pantai-pantai lain di Badung relatif bersih karena tidak menjadi titik favorit perayaan malam tahun baru. “Pantai lain tidak terlalu diminati untuk aktivitas kembang api,” jelasnya.
Ia menambahkan, volume sampah kembang api tahun ini sejatinya hampir sama dengan tahun sebelumnya. Tantangan terbesar justru terletak pada pengelolaan lanjutan. Hingga kini, sisa kembang api belum bisa diolah, sehingga seluruhnya harus dikirim ke TPA Suwung.
Fenomena ini kembali menjadi pengingat bahwa kemeriahan sesaat kerap meninggalkan jejak panjang bagi lingkungan. Di tengah upaya petugas menjaga kebersihan pantai, kesadaran kolektif untuk merayakan tahun baru secara lebih ramah lingkungan menjadi kunci agar pesisir Bali tetap lestari, bukan hanya indah untuk dirayakan, tetapi juga layak diwariskan. BWN-05

































