Nusa Dua, baliwakenews.com
Bali memang benar-benar menjadi magnet dunia. Setelah beberapa event international sukses digelar, kini Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah dua event besar yakni KTT Negara Pulau dan Kepulauan atau Archipelagic and Island State (AIS) dan World Water Forum (WWF) atau Forum Air Dunia. Untuk KTT AIS akan digelar 11 Oktober 2023. Sedangkan WWF akan digelar April 2024.
Untuk KTT AIS akan membahas masalah kelautan yang dihadapi negara kepulauan. Sedangkan WWF mengungkat keberadaan air bersih untuk kesejahtreaan dah masalah Kebencanaan berkaitan dengan air.
Hal Itu diungkapkan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong di Nusa Dua, Rabu 9 Agustus 2023. Hingga saat ini kata Usman, sudah ada 13 Kepala Negara yang mengkonfirmadi akan hadir dalam KTT tersebut.
Jumlah ini diharapkannya akan terus bertambah hingga dilaksanakanya event tersebut Oktober mendatang. Kegiatan ini bukan hanya diikuti oleh para delegasi peserta KTT, namun juga sekitar 500-1.000 wartawan yang datang dari dalam maupun luar negeri.
Ada 4 isu penting yang akan menjadi permbahasan dalam pertemuan ini nantinya. Seperti mitigasi perubahan iklim, ekonomi biru, penanganan sampah plastik di laut dan tata kelola maritim. Event ini ditegaskannya bukanlah forum biasa namun merupakan aksi nyata dalam mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi negara kepulauan.
Hal senada disampaikan Asisten Deputi Delimitasi Zona Maritim dan Kawasan Perbatasan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Sora Lokita. Sora Lukita yang hadir secara online mengungkapkan Indonesia memiliki peran penting dalam Forum AIS. Sebab Indonesia merupakan inisiatif terbentuknya forum ini yang berdiri pada tahun 2017. Tujuannya adalah, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia ingin berkontribusi dalam mencari solusi terhadap masalah yang dihadapi negara maritim.
Karena negara kepulauan menghadapi tantangan yang sama yang bisa dihadapi secara bersama. Selain 4 isu yang menjadi pembahasan nanti, tantangan lain yang juga dihadapi sebagai negara maritim yaitu, terkait pemberdayan masyatakat pesisir, hubungan perariran antar negara serta masalah lainnya.
“Sebagai negara kepulauan tersebsar, Indonesia ingin berbagi sehingga muncul gerakan bersama menghadapi masalah yang ada,” ujarnya. BWN-04
































