Tabanan, baliwakenews.com
Bocah usia lima tahun, Nofalsius Lero meregang nyawa usai diseruduk mobil saat berjalan kaki bersama ibunya, Wilhelmina Bili (26) di Banjar Batan Poh, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan. Dalam kejadian lakalantas tersebut, sang ibu mengalami cedera parah dan kedua kakinya patah.
Informasi dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (19/10) siang. Awalnya mobil Suzuki APV DK 1430 AL yang dikemudikan I Made Sujana (37) melaju dengan kecepatan tinggi dari arah utara ke selatan. “Setibanya di lokasi, mobil oleng ke kanan. Saat itu sopir asal Lombok, NTB tersebut ngantuk hingga laju mobil tak terkontrol,” kata sumber petugas, Kamis (20/10).
Mobil lantas melaju ke arah kanan. Kemudian menabrak Wilhelmina Bili saat jalan kaki bersama anaknya. “Korban (pejalan kaki) berjalan ke arah utara di barat jalan. Ibu dan anak asal Sumba, NTT itu tidak sempat menghindar dan langsung dihantam dari arah depan,” ucapnya.
Akibat kasus kecelakaan lalu lintas tersebut, Wilhelmina Bili mengalami cedera di kepala kanan belakang, luka robek telapak kaki kanan serta kaki kanan, patah kaki kanan dan kiri, pendarahan dari telinga kanan. Dia usai kejadian dalam keadaan sadar dan kini dirawat di RS Nyitdah dan dirujuk ke BRSUD Tabanan. “Sang anak meninggal dunia saat dirawat di RS Nyitdah. Bocah lima tahun itu mengalami patah paha kanan, benjol kepala bagian depan,” tegasnya.
Sementara Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Ada dua korban yakni pejalan kaki. Satu meninggal dan satu masih dirawat di rumah sakit,” ungkapnya. BWN-01





























