Mangupura, baliwakenews.com
Percepatan digitalisasi pelayanan publik tengah dilakukan Pemerintah Kota Makassar. Salah satunya melalui program Makassar Kota Metaverse (Makaverse), sebuah program ambisius Walikota Moh. Ramdhan Pomanto untuk membawa layanan publik ke dunia komunitas virtual yang saling terhubung.
Program itulah yang kemudian menjadi fokus studi komparasi yang dilaksanakan Pemkab Badung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dipimpin Kadiskominfo Badung IGN Jaya Saputra didampingi Kabag Prokompim Made Suardita dan Kabid Pengelolaan Informasi Publik Adi Parwata Kominfo Badung, rombongan studi komparasi melakukan kunjungan ke Diskominfo Makassar, Rabu (21/12). Rombongan diterima Kadiskominfo Makassar Mahyuddin didampingi Kabid Informasi dan Informatika Jusman.
Dalam pertemuan, Kadiskominfo Makassar Mahyuddin menjelaskan, teknologi informasi berkembang sangat pesat. Bahkan, sebagian besar aktivitas masyarakat kini bergantung pada teknologi informasi. Di sisi lain, pelayanan publik perlu terus dibenahi dan bertransformasi agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini.
Bercermin dari hal tersebut, digitalisasi pelayanan publik mutlak dilakukan. Sebab, digitalisasi akan membuat pelayanan publik lebih cepat, mudah dan memberikan kepastian pada masyarakat. Inilah yang sedang digarap Pemkot Makassar melalui program Makaverse. “Kami masih siapkan pelayanan publik dalam konsep dan tataran bentuk virtual. Ke depan, metaverse ini akan jadi sarana pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dia menyebutkan, layanan yang tengah digarap dalam Makaverse antara lain literatur sejarah tentang Makassar. Berbagai sejarah penting peradaban Makassar akan lebih mudah dan menarik untuk diakses melalui metaverse.
Selain itu, dilakukan transformasi pelayanan bidang kesehatan yang dalam hal ini telemedicine. Ke depan, masyarakat akan bisa menggunakan virtual reality (VR) untuk mengakses layanan kesehatan, termasuk konsultasi dengan para dokter.
Lebih lanjut ia mengapresiasi kedatangan rombongan studi komparasi Pemkab Badung. Dia berharap hasil studi komparasi bisa dicontoh atau menjadi referensi bagi Pemkab Badung dalam mewujudkan digitalisasi pelayanan publik.
Sementara itu, Kadiskominfo Badung IGN Jaya Saputra menyampaikan terima kasih atas sambutan jajaran Diskominfo Makassar dalam studi komparasi tersebut. “Setelah mendengarkan pemaparan dari Pak Kadis dan jajaran, tak salah memang kita memilih ke sini (Makassar). Makassar telah berani masuk ke salah satu teknologi masa depan yaitu metaverse, dengan segala resikonya, yang harus memang siap tidak siap kita harus jelajahi. Berbagai langkah persiapan dilaksanakan untuk merealisasikan program tersebut antara lain membuat regulasi Perwali, menggandeng pihak ketiga yang berkompeten di bidang metaverse WIR Grup, ITS (institut Teknologi Surabaya), sosialisasi ke masyarakat.
Dalam implementasinya Pemkot Makassar akan menyasar layanan dasar khususnya di bidang kesehatan, UMKM, Pariwisata dan pelayanan publik untuk dibuatkan konten dalam metaverse. Kaitannya dengan Pemkab Badung sebagai daerah pariwisata dan pusat kunjungan wisatawan, yang tentunya ada beragam budaya dan teknologi tidak bisa dipisahkan apalagi pasca Covid-19, dengan adanya trend digital nomad dalam dunia pariwisata,” katanya.
Ia mengatakan, digitalisasi layanan publik tak bisa dielakkan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dengan beragam platform-nya. Sebagai kabupaten yang menuju smart city, Badung terus berupaya melakukan pembenahan terutama terkait transformasi digital yang menyasar segala sektor kehidupan.BWN-HB

































