Dinas Pertanian Provinsi Bali Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal

Iklan Home Page

Denpasar, baliwakenews.com

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Jumat (17/7) menggelar gerakan diversifikasi pangan lokal, di kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan jalan WR. Supratman, Denpasar. Beragam kuliner olahan non – beras, disajikan para ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dari seluruh Bali.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si., mengatakan salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan program ketahanan pangan adalah dengan mengukur skor Pola Pangan Harapan (PPH) yaitu konsumsi pangan masyarakat yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) dengan angka kecukupan gizi 2.150 kkal/kapita/hari. “Tapi hasil survey dan perhitungan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI tahun 2017 bahwa konsumsi energi masyarakat masih didominasi beras/nasi yaitu lebih dari 100 kg/kapita/tahun dan pangan siap saji lainnya. Sedangkan konsumsi sumber energi dari umbi-umbian, kacang-kacangan, pangan hewani dan khususnya konsumsi sayur dan buah-buahan relatif masih rendah,” tutur Wisnuardhana.

Baca Juga:  Libur Panjang Nasional, Pengunjung GWK Membludak

Dikatakan, perbaikan kwalitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat dapat dilakukan melalui peningkatan pola konsumsi berbasis sumber daya dan budaya lokal. “Bali memiliki aneka pangan lokal berbahan komoditi khas wilayah masing-masing. Aneka olahan sayur, aneka olahan buah dan aneka olahan pangan berbahan umbi-umbian serta kacang-kacangan dengan ciri khas daerah masing-masing,” ucapnya.

Hasil olahan pangan lokal khas Bali tersebut diyakini pasti lebih sehat, lebih bergizi, lebih enak dan lebih murah. Karenanya Wisnuardhana, mengajak masyarakat khususnya kalangan generasi muda dan anak-anak untuk mengkonsumsi pangan lokal.

Baca Juga:  Timnas Indonesia Terbantai 4 Gol Atas Jepang, Terpuruk di Dasar Klasemen

“Ini memang sulit, terlebih dengan semakin maraknya penjualan makanan cepat saji yang terkesan modern, rasanya enak walaupun lebih mahal dan belum tentu sehat,” tukasnya.

Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali. Ir. I Nyoman Suarta, MSi, mengatakan gerakan diversifikasi pangan dengan mengkampanyekan makanan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), tidak ketergantungan pada beras/nasi dan memprioritaskan mengkonsumsi pangan lokal perlu terus diintensifkan.
“Gerakan diversifikasi pangan yang dilaksanakan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali kali ini, diikuti oleh perwakilan KWT dari 9 Kab./Kota yang menampilkan olahan pangan lokal masing-masing Kab./Kota. Kegiatan kami rangkaikan dengan pasar tani setiap hari Jumat bertempat di halaman Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, untuk membantu para petani dan UMKM yang kesulitan pemasaran saat pandemi Covid-19 ini, ” ucap Suarta.

Baca Juga:  Jaga Kondusifitas Malam Pangerupukan Nyepi Caka 1947, Sekda Denpasar Pimpin Tim Pengawasan Sosilaisasi Perda dan Perwali ke STT dan Kelompok Pemuda

Dengan gerakan diversifikasi pangan ini diharapkan pangan lokal khas Bali dapat lebih dikenal, lebih diminati dan selanjutnya dijadikan konsumsi substitusi untuk kebutuhan sehari-hari. “Gerakan ini kami harapkan dapat membantu UMKM yang ada di pedesaan, dari segi pemasaran selain untuk menggugah masyarakat lebih banyak mengkonfirmasi pangan non- beras. Kami juga lakukan pendampingan, agar pelaku UMKM khususnya KWT ini dapat mengemas produk mereka semenarik mungkin sehingga laku dipasaran,” pungkas Suarta.*BWN – 03

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment - Iklan Lapor PajakIklan Nyepi Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemkab BadungIklan Idul Fitri Pemprov. BaliIklan Nyepi Pemprov. BaliIklan BWNIklan Nyepi PDAM BadungIklan Nyepi DPRD Badung Iklan UNWAR