Desa Baha Kembangkan “Dewi” Integrasikan Pertanian dan Pariwisata

Iklan Home Page

Mangupura, baliwakenews.com


Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, merupakan desa dengan karakter perdesaan dengan lahan pertanian khususnya persawahan yang luas dan budaya pertanian tradisionalnya. Saat ini Pemerintah Desa Baha bersama Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Universitas Mahasaraswati Denpasar tengah mengembangkan Desa Wisata (Dewi) sebagai upaya membangkitkan perekonomian desa.

Pengembangan pariwisata alternative dengan mengintegrasikan pertanian ke dalam aktivitas pariwisata adalah pilihan yang perlu dipertimbangkan. Pariwisata alternatif adalah sebuah produk pariwisata yang diciptakan untuk menjaga lingkungan serta tetap mempertahankan budaya yang ada di dalamnya agar tidak rusak atau punah.

Model pariwisata yang berjalan beringan dengan pertanian dan mempertahankan eksistensi subak adalah dengan mengintegrasikan sektor-sektor ini menjadi daya tarik wisata baru dan sebagai pemasok hasil-hasil pertanian.

Aktivitas kehidupan subak Lepud di Desa Baha yang berlandaskan “Tri Hita Karana” merupakan daya tarik yang unik yang masih dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari. Hamparan lahan persawahan dengan panorama alam dan budaya pertanian menjadi alternatif dan basis pengembangan wisata ini dengan atraksi wisata trekking sebagai unggulannya.

Baca Juga:  Pemkab Badung Apresiasi PTUN Denpasar Tolak Gugatan Bendesa Adat Pererenan

Trekking di Desa Baha sepanjang 2,3 kilometer mengelilingi areal persawahan seluas 258 hektar. Keindahan panorama persawahan yang bisa dinikmati wisatawan dan kegiatan pertanian yang dilakukan warga dari menyiapkan lahan, membajak sawah, menanam padi hingga pemeliharaan dan panen merupakan daya tarik wisata di lokasi ini.

Selain jogging atau bersepeda di jalur trekking, beberapa aktivitas pariwisata yang terintegrasi dengan pertanian sudah dikembangkan di kawasan ini seperti tempat memancing ikan, kebun bunga, dan sayur yang dapat dinikmati dan bisa langsung dibeli di tempat. Dewi Baha ini juga tersedia spot selfi, tempat kuliner dan tempat melukat serta kolam renang.

Namun pengembangan Dewi Baha masih menyisakan masalah utama yang dihadapi khususnya dalam membangun sinergitas antara sektor pertanian dan pariwisata di Desa Baha antara lain: 1) Volume sampah yang perlu di kurangi mulai tingkat rumah tangga; 2). Produksi belum memenuhi kebutuhan pasar dan masih diproduksi dengan pupuk dan pestisida anorganik baik dalam sistem budidaya padi, sayuran disamping produk yang dihasilkan belum dikemas menjadi produk ekonomi kreatif; 3) Stagnasi Pengembangan Daya Tarik dan belum sepenuhnya digarap baik dalam bentuk tanda penunjuk arah, papan informasi kawasan, spot selfi dan pengembangan atraksi baru.

Baca Juga:  Capil Badung Kembangkan program Badung AKU SAPA dan aplikasi AKU DICARI

Melalui kegiatan Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) beberapa solusi yang diberikan adalah 1) Peningkatan pemahaman petani dalam memproduksi pangan organik (sayur, padi dan minuman organik) melalui pelatihan dan pembuatan demplot untuk penyiapkan kebutuhan wisatan akan hasil-hasil pertanian disamping untuk menambah penghasilan bagi petani; 2) Perbaikan manajemen pariwisata dan penyusunan paket wisata dan penciptakan paket-paket atraksi baru melalui bantuan sarana dalam pengembangan daya tarik objek wisata; 3) Peningkatan jejaring kerjasama dan promosi dengan pengembangan paket-paket wisata.

Wujud nyata dari kegiatan adalah : 1) Percontohan budidaya padi semi organik melibatkan 19 orang petani dengan luas tanam padi 2,2 ha; 2) Percontohan budidaya ikan dengan pemberian probiotik pada pakan ikan; 3) Percontohan budidaya rosella mulai dari pembibitan sampai proses panen dan pelatihan pembuatan varian produk dari bunga rosella. 4) Pembangunan spot selfi dan stop over berupa bale segi enam, bale segi tiga, dan bantuan bale informasi; 5).Pelatihan penggunaan aplikasi berbasis android untuk memudahkan komunikasi dan informasi antara penghasil sampah dan pengepul sampah sehingga sampah yang bermanfaat segera bisa diambil, disamping sebagai penghasilan tambahan bagi masyarakat; 6) Penataan taman sebagai stop over dan 7) Mengembangkan kelembagaan dan pemasaran melalui Fokus Group Discussions (FGD) dengan intansi terkait dan pembuatan Web site https://wisatadesabaha.com/ dan paket wisata Desa Baha.BWN-03

Baca Juga:  Tak Hadiri Panggilan Penyidik, Rektor Unud Berikan Klarifikasi

Ditulis oleh Dr. Ir. I Ketut Samantra, MP. Ketua Tim PPDM Universitas Mahasaraswati Denpasar

Iklan Home Page
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -Iklan Galungan DPRD BadungIklan Galungan Pemkab BadungIklan Galungan PDAM BadungIklan Galungan DPRD Provinsi Bali Iklan Lapor PajakIklan Waisak Pemkab BadungIklan Waisak PDAM Badung Iklan UNWAR